Kelas Khusus untuk Calon Ayah, Apa Saja yang Diajarkan? - Kompas.com

Kelas Khusus untuk Calon Ayah, Apa Saja yang Diajarkan?

Kompas.com - 03/12/2018, 19:14 WIB
Sejumlah calon ayah dan ayah baru mengikuti kelas bahaimana menjadi seorang ayah yang dapat mengurus bayinya.boot camp for new dads Sejumlah calon ayah dan ayah baru mengikuti kelas bahaimana menjadi seorang ayah yang dapat mengurus bayinya.

KOMPAS.com – Pasangan yang baru saja dikaruniai seorang anak, biasanya belum memiliki pengalaman dalam mengasuh dan merawat seorang bayi. Ini berlaku baik bagi sang calon ibu maupun calon ayah.

Namun, seorang perempuan biasanya sudah memiliki naluri bawaan dan terbilang lebih luwes dalam menangani seorang anak atau bayi kecil. Hal ini sangat berbeda dengan laki-laki yang lebih banyak menghabiskan harinya di luar rumah atau dekat dengan dunia hobi seperti teknologi, kendaraan, dan sebagainya.

Lalu bagaimana dengan sosok calon ayah yang tidak terbiasa bermain apalagi mengasuh seorang anak? Kebanyakan dari calon ayah merasa khawatir tidak bisa menangani anak mereka nantinya, karena banyak alasan.

Menjawab pertanyaan itu, hadir sebuah kelas khusus bagi para calon ayah atau ayah baru untuk belajar bagaimana cara mengasuh anak mereka.

Sekolah itu bernama "Boot Camp for New Dads", yang terdapat di Pangkalan Armada Laut Amerika Serikat El Toro, California.

Dilansir dari situs bootcampfornewdads.org, di sini para lelaki akan diajarkan berbagai hal terkait mengurus dan memperlakukan bayi. Mulai dari menggendong, memakaikan popok, hingga cara menenangkan bayi yang menangis.

Siapa yang menjadi guru? Pengajar di kelas ini adalah para ayah berpengalaman yang sudah berpraktik secara langsung menangani bayi-bayi mereka.

Baca juga: Pahami, Arti Penting Ayah yang Mengasuh Anak...

Peserta Boot Camp for New Dads memangku bayi yang sedang tertidur.Boot camp for new dads Peserta Boot Camp for New Dads memangku bayi yang sedang tertidur.
Ayah-ayah ini, kemudian menularkan ilmunya kepada para calon ayah atau ayah baru yang belum memiliki pengalaman sama sekali.

Selain berbagi pengalaman nyata, mereka juga akan menginformasikan hal-hal penting yang perlu diketahui oleh seorang calon ayah, lagi-lagi berdasarkan pengalaman pribadi para ayah saat mengurus anak.

Dengan demikian, materi yang disajikan dalam kelas tidak berlebihan dan merupakan hal nyata yang akan ditemui oleh para peserta saat bayinya sudah lahir ke dunia.

Banyak dari peserta yang mengikuti kelas ini mengaku tidak memiliki pengalaman sama sekali dalam urusan dengan bayi, menggendong pun belum pernah dilakukan, apalagi menggantikan popok saat si bayi buang kotoran.

Dikutip dari saluran video The Great Big Story di YouTube, salah satu calon ayah bernama Daniel, menggambarkan suasana kelas yang ia ikuti.

"Ketika memasuki ruangan, di sana banyak popok, tangisan bayi, dan sejujurnya kami gugup, tidak tahu apa yang akan terjadi," ucapnya.

Namun, di kelas itu mereka akan diajari banyak hal sehingga mereka paham hal apa saja yang akan terjadi kepada seorang bayi, dan hal apa yang harus mereka lakukan jika hal-hal itu terjadi.

Peserta akan belajar bersama-sama menenangkan bayi yang mengangis, menggendongnya dengan berbagai posisi agar sang anak nyaman, dan sebagainya.

Setelah keluar dari kelas ini, diharapkan sosok ayah yang sudah mendapatkan pelatihan akan menjadi contoh bagi ayah-ayah di sekitarnya. Lebih jauh, diharapkan ayah-ayah  ini akan menjadi standard baru seorang ayah di lingkungan masyarakat yang lebih luas.

Sehingga pengertian ayah tidak sebatas sosok lelaki yang bekerja dan pulang membawa uang, atau citra maskulin lainnya. Ayah adalah cinta pertama seorang anak, ia ada di tengah keluarga dan berperan aktif membesarkan buah hatinya.

Peserta pelatihan Boot Camp for New Dads sedang memangku dan mengajak anaknya yang masih bayi untuk bercanda.Boot Camp for New Dads Peserta pelatihan Boot Camp for New Dads sedang memangku dan mengajak anaknya yang masih bayi untuk bercanda.

Mengasuh anak memang bukan kemampuan ekslusif yang hanya dimiliki oleh seorang perempuan atau ibu.

Kelas ini pertama kali diinisiasi oleh Greg Bishop, seorang warga Amerika yang datang dari 12 bersaudara dan memiliki 4 orang anak. Ia sudah terbiasa menggantikan popok bayi sejak tahun 1990.’

Menurut dia, kemampuan seorang ayah dalam mengurus bayi sangat penting untuk menumbuhkan ikatan antar keduanya sejak dini.  Maka dari itu, ia berinisiatif membuka kelas bagi ayah-ayah baru, agar lebih banyak anak yang merasakan kasih saying ayahnya secara lebih dekat sejak dini.



Close Ads X