Cegah Penularan HIV Dimulai dari Mengubah Diri Sendiri - Kompas.com

Cegah Penularan HIV Dimulai dari Mengubah Diri Sendiri

Kompas.com - 05/12/2018, 20:00 WIB
Kampanye hashtag #UbahHidupLo untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai pentingnya pencegahan HIV-AIDS dengan perilaku hidup sehat. DKT Indonesia Kampanye hashtag #UbahHidupLo untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai pentingnya pencegahan HIV-AIDS dengan perilaku hidup sehat.

KOMPAS.com - Sejak ditemukan hampir 40 tahun silam, angka penyebaran HIV di dunia memang bisa diperlambat. Namun, jumlah kasus yang dilaporkan di Indonesia tiap tahun meningkat.

Dalam Konferensi Pers Hari AIDS yang diperingati setiap 1 Desember, Kepala Subdirektorat HIV dan Infeksi menular Seksual Kementerian Kesehatan Endang Budi Hastuti mengatakan, ada sekitar 49.000 infeksi HIV baru di Indonesia.

Kondisi ini membuat Indonesia menjadi tiga besar negara dengan kasus HIV baru bersama India dan China (Kompas, 4/12).

Persentase faktor risiko HIV tertinggi (76,2 persen) adalah hubungan seksual yang tidak aman.

Selain itu, pengetahuan masyarakat mengenai cara pencegahan HIV melalui metode ‘TTM’ (Tahan Diri, Tetap Setia, Main Aman) juga masih minim.

Hanya 49 persen wanita Indonesia dan 55 persen pria di Indonesia yang tahu bahwa membatasi hubungan seksual hanya dengan satu pasangan dan juga menggunakan kondom secara konsisten dapat menurunkan risiko penularan HIV .

Menurut dr.Tirsa Verani Sp.OG dari RS. Brawijaya Antasari dalam kampanye #UbahHidupLo di ajang Car Free Day Sudirman (25/11), ada beberapa tahap yang bisa kita lakukan untuk melindungi diri dari infeksi HIV-AIDS, yaitu:

  • Tahan diri, untuk tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah.
  • Tetap setia, pada satu pasangan seksual.
  • Main aman, dengan menggunakan kondom pada saat melakukan hubungan seksual berisiko.
  • Memeriksakan status HIV.
  • Ketahui status pasangan Anda, diskusikan dengan pasangan Anda secara jujur dan terbuka mengenai statusnya.
  • Mengobati infeksi menular seksual ke dokter
  • Tidak memakai jarum suntik yang tidak steril.

Baca juga: HIV/AIDS dalam Angka: 36,9 Juta Penderita, 25 Persen Tak Menyadarinya

Kondom

HIV adalah virus yang menular melalui cairan tubuh, terutama darah, air mani, cairan vagina, cairan rektal, dan air susu ibu.

Pemakaian kondom secara benar setiap kali melakukan hubungan seks melalui vagina, anal, atau oral seks, sangat direkomendasikan.

Ditambahkan oleh dr.Med.Firman Santoso, Sp.OG, penggunaan kondom masih menjadi panduan yang diberikan WHO, terutama pada mereka yang beresiko.

"Terutama pada pasangan biseksual, homoseksual, atau pun heteroseksual yang suka jajan atau punya pasangan lebih dari satu," kata Firman ketika dihubungi Kompas.com.

Ia mengatakan, kondom terbukti melindungi dari penularan HIV sampai lebih dari 90 persen.

"Pilih kondom yang memiliki standar ISO, ukurannya juga harus pas, tidak kebesaran atua kekecilan, serta jangan memakai kondom yang kedaluarsa," paparnya.

Kampanye #UbahHidupLo di ajang Car Free Day Sudirman (25/11).DKT Indonesia Kampanye #UbahHidupLo di ajang Car Free Day Sudirman (25/11).
Kampanye #UbahHidupLo

Menyambut Hari AIDS Sedunia 2018, DKT Indonesia melalui Kondom Sutra kembali mengkampanyekan hashtag #UbahHidupLo untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai pentingnya pencegahan HIV-AIDS dengan perilaku hidup sehat.

Menurut Project Manager kampanye #UbahHidupLo, Daniel Tirta, hanya 15 persen wanita dan 16 persen pria di Indonesia memiliki pengetahuan komprehensif tentang HIV .

"Ini sangat memprihatinkan sekali, karena sudah selayaknya semua orang tahu dan sadar tentang HIV sehingga mereka dapat melakukan tindakan pencegahan untuk dirinya sendiri, dan juga menepis anggapan yang salah terhadap ODHA," katanya.

Melanjutkan kesuksesan kampanye #UbahHidupLo di tahun 2017 lalu yang melibatkan masyarakat di 24 pelabuhan seluruh Indonesia, sepanjang tahun 2018 ini Kondom Sutra telah melakukan edukasi pencegahan HIV-AIDS di lebih dari 23 wilayah kerja dan mengedukasi lebih dari 20.000 orang pekerja.

"Data Kemenkes menyebutkan bahwa karyawan atau pegawai merupakan profesi yang saat ini menjadi salah satu yang rentan terkena HIV-AIDS, setelah ibu rumah tangga” kata Daniel.



Close Ads X