Cantik dengan Jadi Diri Sendiri - Kompas.com

Cantik dengan Jadi Diri Sendiri

Kompas.com - 05/12/2018, 21:43 WIB
Seniman muda Shane Tortilla dan Rachel Ajeng bersama Brand Manager Make Over Stephanie Lie (paling kanan) pada acara Beauty Beyond Rules di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Seniman muda Shane Tortilla dan Rachel Ajeng bersama Brand Manager Make Over Stephanie Lie (paling kanan) pada acara Beauty Beyond Rules di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak perempuan merasa tak percaya diri karena punya penampilan fisik yang dianggap kurang ideal. Selain penampilan fisik, cita-cita berkarir pun terkadang tak mendapat dukungan orang-orang terdekat karena dianggap berbeda.

Fenomena itu ditangkap oleh label kosmetik Make Over dan dituangkan lewat tagline utamanya, "Beauty Beyond Rules". Kegiatan Beauty Beyond Rules pun dilangsungkan di Kota Kasablanka mulai 4 hingga 9 Desember 2018.

Kegiatan tersebut berupaya mengajak setiap perempuan untuk menjadi dirinya sendiri dan lebih percaya diri, demikian diungkapkan oleh Brand Manager Make Over Stephanie Lie.

"Kecantikan zaman sekarang sudah enggak ada aturannya. Seperti harus kulit putih, rambut hitam, bibir merah. Semua bisa cantik selama bisa menunjukkan karakter aslinya dan menjadi seseorang yang original," kata Stephanie di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).

Kegiatan yang dilangsungkan di Main Atrium Kota Kasablanka tersebut mengkolaborasikan tema "beauty" dan "art" karena para seniman dianggap mampu merepresentasikan tema Beauty Beyond Rules.

Dua seniman muda tanah air, Rachel Ajeng dan Shane Tiara (Shane Tortilla) pun digaet untuk berkolaborasi pada proyek ini.

Seniman muda Shane Tortilla saat ditemui pada acara Beauty Beyond Rules di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Seniman muda Shane Tortilla saat ditemui pada acara Beauty Beyond Rules di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).
Keduanya memiliki aliran seni yang jauh berbeda. Ajeng dengan seni bernuansa warm lewat penggunaan cat air dan gouache serta banyak menyertakan unsur floral. Sementara karya Shane bergaya pop culture yang fun dan menggunakan warna-warna yang dinamis.

"Dua-duanya punya karakter berlawanan tapi nyaman dengan karakternya masing-masing. Itulah Beauty Beyond Rules," tuturnya.

Jadi diri sendiri untuk gapai cita-cita

Baik Ajeng maupun Shane tak begitu saja bisa meraih mimpinya sebagai seniman.

Ajeng, misalnya, sempat merasa dirinya berbeda karena menyukai seni sejak kecil. Namun, ia pun kembali menemukan kepercayaan dirinya setelah menjalani pendidikan di sekolah seni dan bertemu dengan banyak orang yang bisa mengekspresikan dirinya secara bebas.

"Waktu kuliah aku merasa, oh ternyata banyak yang aneh, enggak cuma aku. Ketika aku mulai menerima diriku, aku merasa berkarya bisa lebih lepas," tuturnya.

Seniman muda Rachel Ajeng saat ditemui pada acara Beauty Beyond Rules di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Seniman muda Rachel Ajeng saat ditemui pada acara Beauty Beyond Rules di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).
Sementara Shane memperjuangkan mimpinya berkarya di bidang seni meski tak sejalan dengan keinginan orangtuanya. Kedua kakak Shane berkarir di firma hukum sebagai pengacara dan dirinya juga kemungkinan akan berkarir di bidang yang sama jika mengikuti jejak kedua kakaknya.

Namun, ia memilih untuk membuktikan kepada semua orang bahwa dirinya bisa sukses dengan berkarya di bidang seni.

"Aku percaya dengan karakterku sendiri. Kalau aku ikuti apa yang orang lain ngomong berarti itu bukan aku, tapi suatu robot yang mau mereka lihat," ujarnya.

Dalam kegiatan Beauty Beyond Rules ini, Make Over turut menghadirkan sejumlah kelas kecantikan dengan beauty influencer ternama, seperti Sarah ayu, Vinna Gracia, Tyna Kanna Mirdad, hingga Cindercella.


Terkini Lainnya


Close Ads X