Cara Benar Menggunakan Earphone Agar Tidak Menyakiti Telinga - Kompas.com

Cara Benar Menggunakan Earphone Agar Tidak Menyakiti Telinga

Kompas.com - 07/12/2018, 20:13 WIB
Ilustrasi mendengarkan musikMerlas Ilustrasi mendengarkan musik

KOMPAS.com - Tidak sedikit orang yang mengandalkan earphone untuk mendengarkan musik, bermain game di kala senggang, atau sekadar menelepon ketika kedua tangannya sedang sibuk.

Namun nyatanya, tidak sedikit pula orang yang menggunakannya sembarangan sehingga akhirnya malah menyakiti telinga. Lantas, seperti apa cara pakai earphone yang benar dan aman bagi telinga?

Mendengarkan musik kencang-kencang bagi sebagian orang dapat membantu mereka lebih konsentrasi saat bekerja. Akan tetapi, hati-hati. Cara penggunaan earphone yang keliru dapat berdampak buruk pada pendengaran kita.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, sebanyak 51% persen remaja SMA mengalami penurunan pendengaran akibat paparan suara musik yang terlalu kencang.

Penelitian lain yang dilakukan oleh WHO juga menemukan hal yang sama. Sebanyak 43 juta penduduk dari usia 12-35 tahun mengalami penurunan pendengaran, dan dari sekian banyak penyebab, setidaknya 50% kasus tersebut akibat penggunaan earphone dengan volume suara terlalu kencang.

Baca juga: Demi Terbebas dari Problem Pendengaran, Lakukan 5 Cara Ini

Risiko penurunan pendengaran akibat mendengarkan musik lewat earphone ini juga akan semakin meningkat terutama bila kita terbiasa menggunakannya di tempat bising. Pasalnya, volume lagu yang diputar tanpa disadari akan sangat kencang untuk menutupi kebisingan tersebut.

Tak hanya itu. Ternyata risiko penurunan pendengaran juga akan meningkat ketika kita mendengarkan menggunakan earphone saat sedang melakukan aktivitas berat, misalnya berolahraga sambil mendengarkan musik, dibandingkan saat sedang berisitirahat.

Kebiasaan cara pakai earphone yang salah juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada telinga, seperti rasa nyeri serta telinga terasa penuh dan berdenging.

Kenapa bisa begitu?

Ilustrasi menggunakan headphone ketika berkendara.MIKESCHAFERLAW.com Ilustrasi menggunakan headphone ketika berkendara.
Laporan MRC Institute of Hearing Research, volume suara musik rata-rata dari penggunaan earphone normalnya bisa sebesar 95-105 desibel. Semakin kita naikkan volumenya, semakin besar desibel suaranya. Lebih dari 105 desibel sudah dianggap sebagai polusi suara yang berbahaya bagi pendengaran.

Jika mau dibandingkan, suara asli kita saat mengobrol dengan teman bangku sebelah adalah 60 desibel, sementara suara sambaran petir bisa mencapai 120 desibel yang bisa merusak pendengaran hanya setelah 9 detik.

Ketika terus-terusan didera oleh volume kencang, sel-sel sensorik di dalam telinga yang seharusnya bekerja menangkap sinyal suara tersebut akan kelelahan.

Salah satu gejalanya berupa sensasi berdengung dan pendengaran jadi tidak sejernih sebelum pakai earphone. Namun, biasanya keluhan ini akan membaik setelah mengistirahatkan telinga dari musik tersebut.

Baca juga: Jenis Headphone Terbaik untuk Cegah Kerusakan Telinga

Lain ceritanya jika kebiasaan mendengarkan musik kencang-kencang terus dilanjutkan dan ulangi dalam jangka panjang. Laporan dari Oregon Health and Science University mengatakan bahwa mendengarkan musik lewat earphone selama 15 menit dengan volume maksimal akan menimbulkan kerusakan pendengaran.

Volume suara kencang lambat laun akan secara permanen merusak sel-sel sensorik dan stereocilia, rambut halus dalam telinga yang bertugas mengantarkan getaran suara yang ditangkap ke otak. Hal ini pada akhirnya akan menyebabkan penurunan tajam pendengaran yang bersifat permanen.

Penurunan pendengaran dapat dirasakan dengan adanya rasa berdenging konstan dalam telinga, kesulitan mendengar apa yang dikatakan lawan bicara, dan terbiasa harus meningkatkan volume audio agar dapat mendengar dengan jelas (padahal orang lain bisa mendengarnya dengan volume normal).

Cara pakai earphone yang salah tingkatkan risiko infeksi

Seberapa sering kamu membersihkan earphone kesayangan? Sebulan sekali atau malah tidak pernah?

Hati-hati, karena earphone yang kotor adalah ladang tumbuh kembang bakteri. Berdasarkan penelitian milik Chiranjay M dan timnya, earphone yang kotor setidaknya menjadi rumah bagi 68% bakteri.

Selain itu, kebiasaan meminjamkan earphone ke orang lain juga dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. Adanya bakteri-bakteri tersebut selanjutnya dapat meningkatkan risiko terkena infeksi telinga yang kerap dikenal dengan sebutan otitis eskterna.

Infeksi telinga ini dapat menyebabkan telinga selalu terasa nyeri, baik saat diam maupun mengunyah, dan mengeluarkan cairan berbau. Bila telinga sudah sampai terinfeksi ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter THT terdekat.

Cara pakai earphone yang benar dan aman bagi telinga

Ilustrasi mendengarkan musikDragonImages Ilustrasi mendengarkan musik
Bila kamu sedang olahraga atau melakukan aktivitas berat lainnya dan merasa jenuh ingin mendengarkan musik, kamu dapat mencoba tips berikut ini.

  • Cobalah dengarkan musik dengan volume setengah dari volume kebisingan
  • Jangan gunakan earphone melebihi 1,5 jam dalam satu kali sesi; beri waktu telinga buat sesekali beristirahat sebelum lanjut mendengarkan musik lagi.
  • Batasi pula volume suaranya maksimal 85 dB.
  • Rutinlah membersihkan earphone dan jangan membiasakan diri berbagi earphone dengan orang lain.
  • Bila kamu akan melakukan suatu aktivitas di tempat bising, cobalah luangkan waktu untuk berhenti sejenak dan pergi ke tempat sepi untuk mengistirahatkan telinga sebelum kembali ke tempat tersebut.

Satu yang tidak boleh terlupa: Jangan pakai earphone saat sedang di jalan raya. Banyak sekali orang yang mendengarkan lagu saat menyeberang jalan atau menyetir di jalan raya. Besar kemungkinannya kita tidak bisa mendengar suara klakson mobil atau suara lainnya sehingga dapat meningkatkan risiko kecelakaan.


Sumber

Close Ads X