Sabtu Sore Bersama Pria yang Telah 33 Tahun Merancang Jam G-Shock...

Kompas.com - 08/12/2018, 18:05 WIB
Design Manager of Casio Timepiece, Ryusuke MoriaiKOMPAS.com/Nabilla Tashandra Design Manager of Casio Timepiece, Ryusuke Moriai

JAKARTA, KOMPAS.com - Label jam tangan boleh saja banyak yang beredar, tapi label yang benar-benar melekat di hati dan ingatan mungkin bisa dihitung dengan jari.

G-Shock, jam tangan keluaran Casio, salah satunya.

Dengan desain yang ikonik dan daya tahan fisik sebagai kelebihannya, arloji ini telah menjadi favorit sebagian masyarakat dunia, termasuk Indonesia.

Kompas.com berkesempatan berbincang dengan pria di balik beragam rancangan desain jam tangan G-Shock, yakni Design Manager of Casio Timepiece, Ryusuke Moriai.

Pembawaan Moriai-san begitu hangat ketika kami menemuinya di Discovery Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (8/12/2018) sore, di sela perayaan ulang tahun G-Shock.

Baca juga: Smartwatch, antara Gaya, Kebutuhan, dan Problem Kehabisan Baterai...

Seri GW-B5600 biru melingkar di pergelangan tangan kirinya. Gayanya begitu kasual dengan memadukan kemeja putih, celana hitam, dan sneakers Chuck Taylor All Star klasik.

Desain GW-B5600 ternyata merupakan salah satu jam yang disukainya. Selain itu, koleksi ini memang baru saja diluncurkan Oktober lalu.

"Sambil kasih lihat juga karena ini kan sebetulnya jam baru (launching). Jam yang paling saya pakai meski bukan yang ini, tapi desainnya sama," kata Moriai.

Design Manager of Casio Timepiece, Ryusuke Moriai ketika ditemui di Discovery Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (8/12/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Design Manager of Casio Timepiece, Ryusuke Moriai ketika ditemui di Discovery Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (8/12/2018).

Tak main-main, 33 tahun terlibat dalam proses desain Casio, membuatnya memiliki beberapa seri jam tangan.

Bagi Moriai, tak pernah ada jam tangan lain dalam hidupnya selain G-Shock.

"Saya kerja dan terlibat dalam produksi begitu lama. Jadi tidak pernah berpikir memilih jam tangan referensinya apa."

Baca juga: Sang Pencipta G-Shock Kikuo Ibe Bersuara untuk Atlet Para Games RI

"Buat saya, jam tangan adalah G-Shock. Tidak ada yang lain," ucap dia.

Secara pribadi, Moriai menilai jam tangan adalah sebuah item yang sejak dulu menjadi representasi status dan gaya hidup seseorang.

Berbeda dengan pakaian yang cenderung bisa berganti-ganti setiap saat.

"Itu seperti simbol. Barang hasil produksi yang menjadi status, tapi juga menggambarkan lifestyle sebagai bagian dari fesyen," tutur dia.

Obrolan sore bersama Moriai jauh dari kesan kaku.

Sambil menunjukkan beberapa desain G-Shock lewat komputer jinjingnya, pria yang telah mendesain puluhan jam G-SHOCK ini bercerita banyak hal.

Baca juga: Darbotz, Seniman Indonesia Pertama yang Kolaborasi dengan G-Shock

Mulai dari awal mula bergabung dengan Casio, jam G-Shock favoritnya yang sudah tak lagi diproduksi, sosok pencipta G-Shock Kikuo Ibe, hingga rasa kecewanya terhadap peredaran jam tangan imitasi.

Pada usia G-Shock yang menginjak 35 tahun, Moriai berharap akan muncul lebih banyak desain kreatif dari anak-anak muda.

"Sudah saatnya generasi baru yang berkarya. Harapan saya, generasi baru terutama tim saya yang ada di Jepang bisa membuat saya terkejut dengan desain mereka," tutur dia.

Simak wawancara eksklusif Kompas.com bersama Ryusuke Moriai pada artikel berikut ini: Ryusuke Moriai dan Segudang Cerita di Balik Desain Jam G-Shock...



Close Ads X