Kompas.com - 10/12/2018, 08:09 WIB

Rahasia lainnya, ia tidak mengambil margin keuntungan yang besar.

“Dari satu pasang sepatu keuntungan saya paling besar Rp 180.000. Ini kecil, karena biasanya orang berpikir keuntungannya berapa kali lipat,” tutur dia.

Ia mengambil strategi bisnis tersebut untuk menyasar lebih banyak orang demi memperkenalkan merknya.

Tak lupa, Hamzah juga memberikan garansi kepada pembelinya selama satu bulan.

Strategi ini terbilang berhasil, karena setiap bulan, angka produksinya menembus 1.200 pasang sepatu yang dijual secara online, offline, dan berbagai event.

Pasar mancanegara

Tak hanya itu, cara ini pun berhasil membuatnya memiliki portofolio bagus untuk membuat sesuatu yang lebih besar dengan pasar luar negeri.

“Saya punya satu merk lagi, namanya Junkardcompany. Sepatu ini masuk store Amerika Serikat, Inggris, dan beberapa negara Eropa dengan harga Rp 2 juta ke atas."

"Saya rutin kirim barang ke sana,” ucap Hamzah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Junkard Co. Boots (@junkardcompany) on Dec 2, 2018 at 9:28pm PST

Apa yang didapatkan Hamzah saat ini tidaklah mudah. Berawal karena keisengan saat dia tidak memiliki pekerjaan. Dia lalu mengikuti pelatihan sepatu dan mendapat bayaran Rp 350.000.

Karena dinilai piawai, lulusan Planologi Institut Teknologi Nasional (Itenas) ini pun diminta menjadi guru, hingga ia tertarik membuka bisnis sendiri bermodal Rp 1,5 juta.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.