Kompas.com - 11/12/2018, 11:09 WIB

"Kebetulan saat itu di Eropa, Amerika dan beberapa negara lain sedang gila animasi Jepang."

"Kami pun ambil image dari situ, bagaimana cara menyampaikan budaya animasi Jepang yang sedang booming, plus G-Shock kan buatan Jepang, kenapa tidak kami menyampaikan culture yang sama. Sehingga jadilah GA110."

"Tapi prosesnya panjang karena animasi Jepang kan banyak."

Ada cerita lucu dan menarik selama mendesain jam tangan G-Shock?

"Kalau menurut saya, cerita yang menarik ketika saya mendesain GWG1000 mudmaster, Sebab saya harus memperlihatkan ketangguhan, karena ini 'master'."

"Ini jam tangan yang tidak kemasukan lumpur."

"Saat mendengar nama jam ini, mudmaster, kami berpikir ini jam untuk pria-pria yang bekerja dalam lumpur seperti tim penyelamat, lalu kami cari image-nya kira-kira seperti apa."

"Desain G-Shock mungkin agak berbeda dengan hanya menggambar. Bukan image-nya saja, tapi G-Shock itu kan yang penting struktur di dalamnya."

Baca juga: G-Shock Luncurkan Seri Terbaru dengan Aksen Emas

"Karena berfungsi atau tidaknya kan bergantung ke sana. Sehingga desainer G-Shock harus memikirkan struktur bagian luarnya, bagaimana cara merangkai misalnya casing, strap, agar tidak mengganggu bagian dalam."

"Dulu teknologi desain masih dua dimensi, jadi harus imajinasi bentuk di sana sini."

"Tapi sekarang sudah ada teknologi tiga dimensi, jadi insinyur mesin dan desainer bisa bekerja beriringan."



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.