Kompas.com - 11/12/2018, 13:18 WIB

“Alhamdulillah, ini hobi yang dibayar. Sekarang banyak ibu rumah tangga yang mendapatkan pundi rupiah dari hobinya memotret makanan,” tutur Puti.

Puti lalu menceritakan awal mula komunitas ini terbentuk.

Komunitas tersebut berawal dari orang-orang yang suka fotografi dan mengunggah hasilnya  di Instagram.

Baca juga: Ultah Pernikahan, Ridwan Kamil Unggah Foto-foto Mesra

Kini, komunitas tersebut -secara total, sudah beranggotakan 128.000 orang dari dalam dan luar negeri.

Seiring berjalannya waktu, mereka membangun chapter masing-masing daerah yang dinamakan Kompakers.

“Sebenarnya tidak hanya food photography, ada landscape hingga makro. Tapi kebanyakan passion-nya di foto kuliner,” kata dia lagi.

Potensi Besar

Salah seorang food fotografer,  Jiewa Vieri (Injie) mengatakan, selama manusia masih makan tiga kali sehari, potensi food photography terbuka lebar. 

Sebab, akan ada bisnis kafe, restoran, yang membutuhkan jasa jenis foto seperti itu.

Apalagi, seiring dengan perkembangan gaya hidup, makan pun tidak sekadar makan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.