Hai Orangtua, Mari Pahami Alasan Anak Sering Membantah

Kompas.com - 12/12/2018, 14:33 WIB
Ilustrasi anak bermainHakase_ Ilustrasi anak bermain

KOMPAS.com - Tak jarang orangtua dan anak beradu mulut karena tak sepakat tentang sesuatu hal.

Salah satu contohnya, ketika orangtua menyuruh anak melakukan sesuatu, namun si anak menolak untuk melakukannya.

Sebenarnya, hal mendasar yang harus dipahami orangtua adalah, bantahan anak tak selalu karena mereka menolak melakukan apa yang diminta.

"Tapi dia butuh penjelasan. Misalnya ketika diminta tidur siang, 'kenapa harus tidur siang?' Nah, di situ dia sedang merangkai proses kognitif berfikirnya."

Begitu diungkapkan Psikolog Anak Ayoe Sutomo ketika ditemui dalam acara peluncuran Cadbury Dairy Milk Lickable di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Baca juga: Pengaruh Psikologis Anak yang Jarang Bermain dengan Orangtua

Dia juga menyebut, penyebab anak membantah orangtuanya sebetulnya dipengaruhi oleh usia.

Ketika anak berusia 3-4 tahun, tingkat keingintahuannya mereka tergolong tinggi. Sehingga, saat orangtua menyuruh mereka melakukan sesuatu, mereka cenderung mempertanyakannya.

Di saat anak bertanya, orangtua harus siap memberikan jawaban yang paling tepat dan membuat anak puas.

Sementara, anak yang memasuki usia di atas 10 tahun atau pra-remaja, kuncinya adalah komunikasi yang baik antara orangtua dan anak.

Menurut Ayoe, anak pada usia tersebut tengah mencari jati diri. Ketika mereka membantah orangtua, hal itu biasanya juga karena mereka ingin mencoba banyak hal.

Baca juga: Tips Agar Anak Tak Konsumtif Saat Harbolnas

Namun, di saat yang sama orangtua tidak mampu menerangkan aspek baik dan buruk dari pilihan mereka.

"Kalau sudah masuk remaja, kuncinya ada di hubungan komunikasi," kata Ayoe.

Ketika komunikasi baik, maka akan terbangun diskusi antara orangtua dan anak. Sehingga, bantah-membantah tidak akan terjadi.

Ia menambahkan, orangtua sering tertinggal, dan tidak menyadari bahwa setiap perkembangan anak memerlukan pendekatan yang berbeda.

"Seperti, anak sudah remaja harusnya pendekatannya diskusi, tapi masih dianggap usia kanak-kanak, masih dengan pendekatan: 'Pakai baju ini ya, pakai itu saja ya'. Jadinya saling bantah," ucap dia.




Close Ads X