Puluhan Merek Besar Fesyen Dunia Sepakat Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Kompas.com - 12/12/2018, 16:00 WIB
Pusat belanja fesyen Jepang, Lumine kini hadir di Plaza Indonesia, Jakarta. Tak hanya menghadirkan fesyen wanita, Lumine Jakarta juga memberikan pilihan koleksi fesyen dan aksesori untuk pria.KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Pusat belanja fesyen Jepang, Lumine kini hadir di Plaza Indonesia, Jakarta. Tak hanya menghadirkan fesyen wanita, Lumine Jakarta juga memberikan pilihan koleksi fesyen dan aksesori untuk pria.

KOMPAS.com - Puluhan perusahaan fesyen terkemukan berjanji akan mengurangi emisi gas rumah kaca pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa Bangsa 2018.

Dalam konferensi yang digelar di Polandia, mereka berjanji akan mengurangi emisi gas rumah kaca gabungan sebesar 30 persen, pada tahun 2030.

"Industri fesyen selalu dua langkah ke depan ketika mendefinisikan budaya dunia," ucap Patricia Espinosa.

Sekretaris eksekutif Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim itu juga merasa bahagia bisa melihat kemajuan dan memimpin tindakan untuk perbaikan ini.

Raksasa industri yang bergabung dengan inisiatif gagasan PBB ini antara lain Adidas, Burberry, Esprit, Guess, Gap, H & M, Hugo Boss, Levi Strauss, Puma, dan Salomon.

Bahkan, Salomon and the Kering group, yang memiliki Balenciaga, Gucci, dan Yves Saint Laurent juga turut serta.

Baca juga: Selain Lelehkan Es, Efek Rumah Kaca Picu Erupsi Gunung Api

Maersk, salah satu perusahaan pengiriman kontainer terbesar di dunia, juga menandatangani Piagam Industri Fesyen untuk Aksi Iklim ini pada Senin lalu.

Sebanyak 43 perusahaan telah setuju untuk memprioritaskan bahan-bahan ramah iklim dan transportasi rendah karbon.

Mereka juga sepakat menghentikan pemasangan boiler berbahan bakar batubara di lokasi pabrik, selambatnya hingga tahun 2025.

Perusahaan-perusahaan tersebut berjanji untuk mengeksplorasi apa yang disebut model bisnis melingkar.

Mereka juga berjanji mendorong konsumen untuk meningkatkan masa pakai pakaian, meskipun tren kerap datang silih berganti.

Stefan Sidel dari Puma, mengatakan, sejarah mengenai kinerja lingkungan dalam industri fesyen bukanlah yang terbesar.

Baca juga: Lumine, Pusat Belanja Fesyen Jepang Kini Hadir di Jakarta

"Jadi kali ini kami ingin melakukannya dengan benar, dimuka, kami ingin aktif di sini dan memainkan peran aktif," ungkapnya.

Berdasarkan laporan, Industri fesyen telah menyumbang sekitar 10 persen emisi CO2 dunia.

"Mengurangi emisi gas rumah kaca di seluruh industri membutuhkan inovasi dan kolaborasi," kata CEO Burberry, Marco Gobbetti.

Desainer Stella McCartney pun ingin mengajak rekan-rekannya dalam bisnis, dari merek lain ke pengecer dan pemasok, untuk turut menandatangani piagam ini.

"Secara kolektif kami memiliki suara dan kapasitas untuk membuat perbedaan," tambah McCartney.



Close Ads X