Pentingnya Imajinasi Demi Kesehatan Mental

Kompas.com - 13/12/2018, 12:45 WIB
Ilustrasi imajinasishutterstock Ilustrasi imajinasi

KOMPAS.com - Waktu masih kanak-kanak, kita sering berimajinasi dengan berbagai permainan.

Misalnya, kita berkhayal menjadi seorang nahkoda saat berada di atas kasur. Atau, berkhayal menjadi polisi yang mengejar penjahat saat memegang pistol air.

Seiring berjalannya waktu, kita tumbuh dewasa dan imajinasi seakan luntur dari pikiran kita.

Padahal, imajinasi adalah aspek penting untuk kesehatan kita dan telah terbukti secara ilmiah.

Riset dilakukan oleh peneliti dari CU Boulder and the Icahn School of Medicine dengan merekrut 68 peserta.

Dalam riset ini, peneliti melatih peserta untuk mengasosiasikan suara tertentu dengan kejutan listrik yang tak nyaman.

Setelah asosiasi itu ditanamkan dalam otak peserta, periset kemudian membagi mereka dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama merupakan peserta yang terpapar kejutan listrik dan asosiasi suara yang sama.

Kelompok kedua merupakan peserta yang diminta membayangkan suara di kepala mereka sendiri.

Untuk kelompok terakhir, periset meminta mereka membayangkan suara yang lebih bahagia, seperti kicau burung atau hujan.

Selama percobaan, peneliti mengevaluasi tanggapan peserta melalui pemindaian otak dan sensor kulit.

Hasilnya, usai kejutan listrik dihentikan dari asosiasi, dan peserta tak menghubungan suara dengan rasa sakit, mereka bisa melupakan ketakutan dalam diri.

Halaman:



Close Ads X