Mengenal "Pink Tax", Penyebab Harga Produk Perempuan Lebih Mahal

Kompas.com - 14/12/2018, 15:58 WIB
Ilustrasi pink taxShutterstock Ilustrasi pink tax

KOMPAS.com – Jika diperhatikan secara saksama, pakaian anak perempuan memiliki harga yang lebih mahal jika dibandingkan dengan pakaian anak laki-laki. Ternyata hal itu dilatarbelakangi oleh adanya pink tax atau " pajak gender".

Lalu, apa yang dimaksud pink tax itu?

Diambil dari buku The Costs Being A Female Consumer, pink tax dipahami sebagai sebuah fenomena yang sering dikaitkan sebagai bentuk diskriminasi harga berdasarkan gender. Nama pink disematkan untuk mengasosiasikan perempuan.

Kebijakan harga ini menyebabkan sebagian besar produk perempuan memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan produk laki-laki. Misalnya. pakaian, mainan anak, perawatan diri, dan sebagainya.

Namun, banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa barang-barang yang mereka beli sudah termasuk "pajak gender".

Baca juga: Mendobrak Stigma Disabilitas di Hari Perempuan Internasional

Dikutip dari USA Today, diskriminasi harga berdasarkan gender ini menambah berat beban yang dihadapi oleh perempuan, apabila dilihat dari pendapatan yang ada di bawah laki-laki.

Hal ini diungkapkan oleh CEO sebuah yayasan perempuan di California, Amerika Serikat, Surina Khan.

"Diskriminasi harga ini menambah permasalahan bagi perempuan yang sudah mengalami ketimpangan upah. Hal ini bahkan menyebabkan perempuan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri," kata Surina Khan.

Isu pink tax ini sudah disadari sejak beberapa tahun yang lalu namun masih saja terjadi hingga detik ini, di seluruh belahan dunia.

Ilustrasi pink taxShutterstock Ilustrasi pink tax

Pada akhir 2015, Badan Konsumen New York mempublikasikan sebuah hasil perbandingan 800 produk dari 90 lebih merek untuk mencari tahu perbedaan harga produk berdasarkan penggunanya.

Hasilnya, rata-rata produk perempuan baik dewasa maupun anak-anak, lebih mahal daripada produk laki-laki.

Beberapa produk perempuan dengan harga lebih mahal dari laki-laki terjadi pada tiga jenis produk, yakni pakaian, mainan. dan perawatan diri. Tingginya harga ketiga jenis produk ini sudah bisa dilihat sejak perempuan masih ada di usia anak-anak hingga dewasa.

Ada beberapa alasan yang dikemukakan untuk menjawab ketimpangan harga yang ada antara produk untuk perempuan dan laki-laki.

Misalnya, dalam biaya mencukur rambut, biaya yang dikenakan pada perempuan lebih mahal karena secara teknis relatif lebih sulit dibanding laki-laki.

Hal lain adalah pakaian, pakaian laki-laki cenderung lebih sederhana dan tidak membutuhkan proses pembuatan yang rumit. Sehingga dapat dikerjakan menggunakan mesin yang sama.

Sedangkan, pakaian perempuan terdiri dari detail tertentu dan model yang berbeda-beda sehingga tidak bisa dikerjakan menggunakan mesin.



Close Ads X