Menjaring Lebih Banyak Pembeli Lewat Keramahan Gaya Jepang

Kompas.com - 15/12/2018, 09:35 WIB
Ilustrasi pelayanan di gerai LOccitane di Aeon Mall BSD Kompas.com/WisnubrataIlustrasi pelayanan di gerai LOccitane di Aeon Mall BSD
Editor Wisnubrata

TANGERANG, KOMPAS.com - Pernahkah kamu merasa dicuekin oleh penjaga toko saat hendak berbelanja? Atau kesal karena pegawai di sebuah toko tidak mengerti tentang produk yang dijual di tokonya? Sudah begitu, ketika ditanya, ia menjawabnya dengan ketus atau ogah-ogahan.

Ya, hal seperti itu memang terjadi dan menjadi kegusaran pembeli sekaligus pemilik toko. Bagaimana tidak, ketidakramahan atau kurangnya pengetahuan seorang penjaga toko bisa membuat penjualan turun karena pembeli enggan berbelanja di situ.

Keresahan itu rupanya ditangkap oleh manajemen Aeon Mall. Ketika perwakilan dari Jepang berkeliling meninjau tenant atau toko-toko di mal tersebut, mereka merasakan perbedaan pelayanan dan sambutan dibanding yang dilakukan penjaga toko di Jepang.

Tapi kebiasaan dan budaya setempat seringkali tidak bisa dibandingkan begitu saja. Pembeli di Indonesia mungkin akan risih bila diikuti dan ditanya terus menerus apa yang mereka cari.

Karenanya manajemen mencari formula yang tepat untuk melayani pembeli Indonesia tanpa membuat mereka merasa terintimidasi. Pencarian itu berujung pada lomba Roleplaying Contest 2018.

"Acara ini merupakan kompetisi yang diselenggarakan untuk membantu karyawan tenant meningkatkan kualitas pelayanannya, seperti cara berkomunikasi serta berinteraksi yang baik kepada konsumen," ujar Presiden Direktur PT Aeon Mall Indonesia, Daisuke Isobe, Jumat (14/12/2018) di BSD.

Dalam lomba itu, para karyawan dari toko yang ada di Aeon Mal menunjukkan bagaimana mereka menghadapi konsumen di gerainya. Mereka kemudian dinilai dari sisi pelayanan, penjelasan, dan kemampuan menawarkan produknya pada pembeli.

Pemenang Roleplay Contest Aeon Mall 2018aeon mall Pemenang Roleplay Contest Aeon Mall 2018
Adapun kontes ini dibagi menjadi beberapa tahapan yang dimulai sejak September lalu. Pada tahap pertama, peserta diajarkan keterampilan mengenai keramahtamahan. Tujuannya agar mereka terbiasa melayani pembeli dengan ramah.

Hasil dari pelatihan itulah yang kemudian dilombakan. Peserta lomba memainkan peran sebagai karyawan yang menawarkan produk pada pembeli. Mereka diminta menerapkan langkah-langkah yang sudah dipelajari dalam pelatihan.

Sebenarnya kontes serupa sudah diselenggarakan di Aeon Mal Jepang sejak 20 tahun lalu, tetapi baru pertama kali dibuat di Indonesia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X