Kompas.com - 17/12/2018, 07:45 WIB
Pameran lukisan 25 tahun Accor Hotel Indonesia, Pullman Thamrin, Jakarta. KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAPameran lukisan 25 tahun Accor Hotel Indonesia, Pullman Thamrin, Jakarta.

KOMPAS.com - Nonton film di bioskop, menghabiskan waktu ke museum, dan menonton pertunjukan drama biasanya dilakukan oleh orang yang suka hal-hal bernuansa seni budaya.

Kini, periset menemukan manfaat lain dari semua kegiatan yang identik dengan hal-hal cultural itu.

Hasil riset membuktikan, menonton film di bioskop, menghabiskan waktu di museum, dan menonton pertunjukan drama tak hanya mampu menyegarkan pikiran, tapi juga melindungi otak.

Menurut riset baru yang diterbitkan di British Journal of Psychiatry, menghadiri pertunjukan budaya secara teratur dapat membantu menurunkan risiko seseorang terkena depresi di usia tua.

Riset dilakukan dengan menganalisis data pada lebih dari 2.000 orang dewasa di atas 50 dari English Longitudinal Study of Aging (ELSA).

Peneliti menemukan orang yang menghadiri pameran, menonton film, atau pergi ke teater minimal sebulan sekali atau lebih, 48 persen lebih kecil kemungkinannya untuk menderita depresi.

Mereka yang terlibat dengan kegiatan budaya setiap beberapa bulan juga 32 persen lebih rendah risikonya untuk mengalami depresi.

Data yang digunakan dalam riset ini merupakan data kesehatan, kesejahteraan sosial dan mental orang tua di Inggris selama 10 tahun.

Data tersebut berisi informasi tentang seberapa sering orang menghadiri opera, bioskop, galeri seni, museum dan sejenisnya.

Baca juga: Berat Badan Berlebih Juga Bisa Bikin Depresi

Riset juga mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kecenderungan seseorang untuk depresi, misalnya usia, jenis kelamin, kesehatan, dan olahraga.

Hasilnya, kegiatan budaya menawarkan manfaat yang signifikan bagi kesejahteraan mental seseorang.

Dr Daisy Fancourt, selaku pemimpim riset, mengatakan banyak orang mengetahui bahwa makan makanan bergizi setiap hari dan olahraga teratur baik untuk kesehatan fisik dan mental.

Tapi, ada sangat sedikit kesadaran bahwa kegiatan budaya juga memiliki manfaat yang sama.

Peneliti dari University College London itu juga menjelaskan, manfaat dari kegiatan budaya berasal dari stimulasi mental, interaksi sosial, dan kreativitas yang dapat mereka dorong.

"Kami sangat terkejut dengan hasilnya," tambahnya.

Peneliti juga menemukan hubungan yang sama antara pertunjukan budaya dan depresi.

Bahkan, hubungan tersebut juga setara untuk mereka dengan tingkat ekonomi dan pendidikan yang tinggi atau rendah.

"Satu-satunya hal yang berbeda adalah frekuensi partisipasi," ungkap sang pemimpin riset.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X