Kompas.com - 04/01/2019, 06:06 WIB

Ini membuat kita mudah merasa lapar dan cenderung makan berlebihan.

"Setiap diet yang menghilangkan konsumsi seluruh kelompok makanan hanya memberi efek jangka pendek tanpa berkelanjutan," papar ahli diet kardiovaskular bernama Julia Zumpano.

Ia mengatakan, ketika kita melakukan diet ketat tanpa pengawasan medis, kita bisa mengalami gejala kurang gizi.

Wohl mengatakan, tujuan utama makan adalah untuk memberi asupan bagi tubuh. Oleh karena itu, kita harus mengonsumsi makanan yang baik dan sesuai untuk tubuh kita.

Baca juga: 6 Diet Paling Ngetren di 2018, Pernah Coba?

2. Fokus pada makanan utuh

Ahli diet kesehatan bernama Beth Bluestone mengatakan, konsep pola konsumsi makanan utuh berfokus pada bahan makanan nabati.

"Itu berarti mengurangi konsumsi junkfood, gula, dan makanan yang terlalu banyak diproses sebagai bagian dari diet," ungkapnya.

Sebaliknya, kita harus berkomitmen untuk mengonsumsi makanan berkualitas tinggi dan makanan padat gizi.

"Pikirkan makanan yang alami," kata Wohl.

Oleh karena itu, Wohl merekomendasikan kita untuk memilih protein berkualitas, lemak sehat, banyak sayuran berwarna, dan beberapa buah, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.