5 Resolusi Sehat di Tahun 2019 yang Mudah Dicapai

Kompas.com - 04/01/2019, 08:08 WIB
Ilustrasi pria kuatGearstd Ilustrasi pria kuat

KOMPAS.com - Sudahkah kamu membuat resolusi tahun 2019? Apakah ada resolusi untuk kesehatan di tahun ini? Bila belum, simak ulasan berikut yang bisa dijadikan inspirasi hidup lebih sehat di tahun 2019, dan seterusnya.

1. Memperbanyak minum air

Pastikan membiasakan minum air menjadi salah satu resolusi tahun 2019. Air sangat penting untuk kesehatan tubuh — dari mengatur suhu tubuh, memelihara kesehatan ginjal dan usus, menjaga kesehatan kulit, hingga mencegah dehidrasi, sembelit, mulut kering, dan penyakit ginjal.

Kamu pasti sudah sering mendengar nasihat yang menekankan bahwa kita perlu minum air putih sebanyak 8 gelas air setiap hari, yang setara dengan 1,5 liter.

Namun, tahukah kamu bahwa takaran ini sebenarnya kurang tepat? Institute of Medicine’s Food and Nutrition Board menyatakan bahwa wanita sebenarnya memerlukan 2,6 liter air setiap hari dan pria memerlukan sekitar 3,7 liter setiap hari.

Membiasakan diri untuk memperbanyak minum air putih bisa dilakukan dengan banyak cara. Misalnya, membawa botol minum sendiri dengan desain yang menari, atau mengonsumsi makanan pedas yang pasti bikin kamu ingin minum air.

Mendapatkan asupan cairan tubuh pun tak mesti melulu dari air putih, meski memang itu adalah pilihan terbaik.

Jika tidak begitu suka dengan air putih, kamu bisa menyiasatinya dengan minum infused water (air putih yang diberi “perasa” potongan buah dan sayur hingga rempah-rempah), minum sup kaldu ayam, hingga makan buah dan sayur-sayuran yang mengandung banyak air.

Baca juga: 6 Kebaikan yang Didapatkan Jika Rutin Minum Air Hangat

2. Mengunyah makanan pelan-pelan

Ilustrasi makan sayuranpuhimec Ilustrasi makan sayuran
Apapun yang kamu makan tentu akan berdampak pada kesehatan. Bila ingin hidup sehat, tentu kita harus mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi dan seimbang. Namun, pilih-pilih makanan sehat saja belum cukup untuk dijadikan resolusi tahun 2019 ini.

Nasihat orangtua agar tidak boleh makan terlalu cepat ternyata sangat berguna untuk kesehatan. Mengunyah makanan terlalu cepat bisa meningkatkan risiko diabetes hingga dua kali lebih besar daripada mereka yang mengunyah makanan pelan-pelan hingga lebih halus.

Secara umum, mengunyah makanan dengan perlahan akan lebih memberikan rasa kenyang daripada makan terburu-buru.

Pasalnya, makan terlalu cepat dapat membuat sistem pencernaan tidak memiliki waktu yang cukup untuk bekerja optimal, terutama dalam memberikan respon kenyang setelah makan.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X