Rahmat Terjaga 4 Jam di Tengah Malam, demi Desain Batik untuk Jokowi

Kompas.com - 08/01/2019, 07:34 WIB
Desainer disabilitas Rahmat Hidayat asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), sedang memperlihatkan hasil karyanya.KOMPAS.com/RENI SUSANTI Desainer disabilitas Rahmat Hidayat asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), sedang memperlihatkan hasil karyanya.

KOMPAS.com - Berkarya adalah salah satu hal utama yang terus dilakukan desainer disabilitas asal Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rahmat Hidayat.

Terlebih setelah namanya terdengar melalui jagat media sosial, sorotan publik dan bahkan pemerintah tak lepas dari pemuda ini.

Maka tak heran, jika lelaki 25 tahun yang mengalami kelainan pada bagian kaki dan tangan ini, tidak tahu berapa jumlah desain yang telah dibuatnya.

“Ada banyak. Soalnya hampir tiap hari buat desain. Mungkin ratusan ada,” ujar Rahmat kepada Kompas.com saat ditemui di rumahnya di Desa Sindangkerta.

Baca juga: Cerita Desainer Disabilitas Kampung yang Akhirnya Bertemu Jokowi...

Rahmat lalu bercerita, rancangan busana yang ia buat kebanyakan berbentuk gaun pesta, gaun pengantin, dan baju busana Muslim.

“Inspirasi bisa dari mana aja. Seringkali tiba-tiba muncul dan saya langsung menggambarkannya,” tutur Rahmat.

Desainer ternama, Anne Avantie mengunjungi Rahmat Hidayat di Kampung Ciawitali RT 02 RW 06 Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (27/11/2018) kemarin.  KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Desainer ternama, Anne Avantie mengunjungi Rahmat Hidayat di Kampung Ciawitali RT 02 RW 06 Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (27/11/2018) kemarin.

Rahmat kemudian memperlihatkan desain yang ia kerjakan bersama Anne Avantie, saat perancang kondang itu menyambangi rumahnya.  

Kala itu, Anne meminta Rahmat memperlihatkan desain yang belum diwarnai. Rahmat kemudian memberikan desain baju Muslim.

“Kami mewarnai bersama. Bunda memberikan masukan, agar saya lebih berani memainkan warna,” ungkap dia.

Begitu pun dengan desainer Ivan Gunawan.

Menurut Rahmat, dia memberi beberapa masukan, di antaranya mencoba menggunakan pulpen saat menggambar, agar tidak ada arsiran garis yang terputus.

“Kalau pakai pensil kan bisa terputus,” tutur Rahmat.

Desain untuk Presiden Jokowi

Halaman:



Close Ads X