7 Prediksi Tren Olahraga Di 2019, Sudah Coba?

Kompas.com - 08/01/2019, 16:22 WIB
Ilustrasi olahragashutterstock Ilustrasi olahraga

KOMPAS.com - Masyarakat kini semakin menyadari pentingnya olahraga. Hal itu ditandai dengan munculnya banyak kelas-kelas olahraga di sekeliling kita. Jenisnya pun sangat beragam dan terkadang membuat kita bingung, mana jenis olahraga yang terbaik?

Jika kamu salah satunya, mungkin kamu bisa memilih salah satu dari 7 olahraga yang diprediksi akan menjadi tren tahun ini, seperti dilansir dari Reader's Digest:

1. Olahraga pop star dance

Ilustrasi olahraga bersamamacniak Ilustrasi olahraga bersama
Menari menjadi salah satu jenis olahraga favorit sejak dulu, namun jenis tarian baru kerap bermunculan.

Pada 2019 ini Banana Skirt Dance diprediksi menjadi tren. Tarian ini mengajarkan koreografi hip-hop dan pop langsung dari artis seperti Britney Spears, Jennifer Lopez, atau Nicky Minaj namun lewat cara yang menyenangkan.

Tarian ini bebas dilakukan oleh siapapun, termasuk jika kamu baru ingin mencoba olahraga ini.

2. Olahraga 15 menit

Ilustrasi olahragajacoblund Ilustrasi olahraga
Salah satu hambatan berolahraga adalah waktu. Jadi, akan lebih baik jika dalm waktu singkat kita sudah bisa melakukan aktivitas olahraga.

Itulah mengapa kita banyak melihat olahraga kelas kecil, seperti olahraga 15 menit atau kurang dari itu, di pusat kebugaran atau secara online.

Personal trainer tersertifikasi dan desainer olahraga Kim Schaper mengatakan, waktu tersebut sudah cukup untuk mengeluarkan keringat.

Pilihlah latihan interval intensitas tinggi (HIIT). Olahraga ini memungkinkan denyut jantung kita terpacu dalam waktu singkat.

Baca juga: Interval Training untuk Tubuh Lebih Langsing dan Atletis

3. Maraton dan "mindfulness"

Ilustrasi lariogergo Ilustrasi lari
Dua kata tersebut menjadi tren di bidang kesehatan dan olahraga dalam beberapa waktu terakhir, yakni olahraga maraton dan meditasi.

Kombinasi keduanya akan menjadi jenis olahraga baru.

Pakar lari dan pendiri Run Wild Retreats + Wellness, Elinor Fish menjeaslan, lari adalah latihan untuk membangun otot dan mengurangi stres.

Sementara program "maraton + mindfulness" sendiri menggunakan teknik untuk membantu pelakunya mendapatkan manfaat dari dua aktivitas tersebut

"Olahraga adalah aktivitas yang baik untuk mengurangi stres. Namun, pendekatan yang salah akan memperburuk gejala stres seperti sakit sendi, kelelahan, gangguan siklus tidur, hingga stres mental. Menyebabkan kita mengharuskan diri kita untuk terus dan terus berolahraga," kata Fish.

Metode ini akan fokus pada memperbaiki postur tubuh, pernafasan, dan kesadaran terhadap keadaan sekitar, sehingga pelakunya akan berkeringat sekaligus rileks pada akhir sesi olahraga.

Tidak harus berlatih maraton, teknik ini bisa digunakan untuk berlari maupun jalan dengan jarak yang kita kehendaki.

Baca juga: Baru Memulai Olahraga Lari? Ikuti 5 Tahapan Ini

4. Angkat beban super lambat

Ilustrasi olahragashutterstock Ilustrasi olahraga
Latihan ini bisa menjadi antitesis gerakan Crossfit. Penekanan latihan ini tetap pada olahraga angkat beban, namun alih-alih melakukan repetisi sebanyak mungkin dalam jangka waktu tertentu, kita bisa melakukannya dengan tempo sangat lambat.

Psikoterapis kebugaran sekaligus direktur klinik Darian Wellness dan pembawa acara podcast The Weighting, David Ezell, PhD menjelaskan, melakukan gerakan lambat dan tenang adalah untuk memastikan setiap repetisi berat dilakukan dengan benar sehingga cedera dan keletihan tak terjadi.

"Jadi, kita fokus melakukan yang terbaik untuk tubuh kita," katanya.

Baca juga: Yang Terjadi Pada Otot Setelah Latihan Angkat Beban

5. Latihan grup personal training

Ilustrasi olahragashutterstock Ilustrasi olahraga
Seorang personal trainer menawarkan olahraga yang disesuaikan dengan keinginan seseorang dan kemampuannya. Namun, menyewa personal trainer membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Kamu bisa mencobanya dmsecara berkelompok. F45 training Amerika Serikat, misalnya, menawarkan program tersebut. Kelas latihan grup personal mengkombinasikan fleksibilitas latihan bersama personal trainer dengan keceriaan berolahraga secara berkelompok.

Personal trainer, ahli gizi dan direktur latihan regional F45 Liz Harvey menjelaskan, para personal trainer tersertifikasi biasanya akan mengajarkan olahraga atletik 45 menit yang digabungkan dengan latihan interval intensitas tinggi (HIIT), latihan sirkuit dan atihan fungsional.

Karena intensitasnya yang tinggi, jenis olahraga ini cocok bagi orang-orang yang ingin meningkatkan level kebugarannya dan menyukai tantangan, bukan para pemula yang ingin lebih banyak beraktivitas fisik.

6. Gym custom rumahan

Ilustrasi latihan renegade rowmensfitness.com Ilustrasi latihan renegade row
Pada 2019 diprediksi semakin banyak orang membangun gym custom di rumahnya masing-masing. Tidak hanya memiliki beberapa peralatan, mereka juga menghias studio olahraganya dengan sentuhan seni.

Hal itu diungkapkan oleh pelatih iFit dan pakar kebugaran Becca Capell.

Menurutnya, sekitar dua pertiga orang yang mendaftarkan diri ke pusat kebugaran tidak pernah atau jarang menggunakannya untuk berlatih.

Daripada menghabiskan uang, lebih baik memanfaatkannya untuk membangun gym sendiri di rumah dan membuatnya senyaman mungkin.

"Tidak hanya efektif secara harga, tapi juga praktis dan memungkinkan kita hanya memiliki alat latihan yang kita hendaki saja," kata dia.

Kombinasikan gym rumahan ini dengan serangkaian latihan yang bisa kita temukan di internet dan kita bisa menjalani pola olahraga yang tidak hanya menyenangkan tapi juga terjangkau.

Baca juga: 7 Alat Olahraga Wajib untuk Gym Sederhana di Rumah

7. Olahraga sepanjang hari

Ilustrasi olahraga di kantorshutterstock Ilustrasi olahraga di kantor
Bukan berarti kamu harus meninggalkan segala aktivitas harianmu untuk berolahraga. Psikolog kebugaran, penulis serta penasehat Nautilus Fitness, Tom Hollan, MS menjelaskan, alih-alih memulai dan berhenti olahraga, tren akan mengarah pada penggabungan gerakan olahraga ke dalam aktivitas sehari-hari.

Contohnya, melakukan latihan otot inti di pagi hari, jalan kaki menuju tempat makan siang dan olahraga beban tubuh selama 10 menit pada malam hari.

"Melakukan olahraga selama total 90 menit setiap harinya membuat kita tidak perlu menghabiskan waktu hingga 60 menit di pusat kebugaran. Aktivitas ini juga bisa disambi aktivitas lainnya di rumah," kata Holland.

Baca juga: 20 Cara Mudah Lebih Aktif Bergerak Selama di Kantor



Close Ads X