Moschino Digugat Karena Dugaan Rasialisme

Kompas.com - 09/01/2019, 20:20 WIB
Koleksi Mocshino untuk musim spring/ summer 2016, di Milan Fashion Week.TELEGRAPH.CO.UK Koleksi Mocshino untuk musim spring/ summer 2016, di Milan Fashion Week.

KOMPAS.com - Mantan karyawan Moschino, Shamael Lataillade, mengajukan sederet gugatan terhadap tempatnya kerja dulu. Ia memasukan gugatan ke pengadilan negara bagian California, Amerika Serikat.

Dilansir dari Hypebeast, dari banyak tuduhan, pernyataan paling mengejutkan yang diungkapkan dalam gugatan Lataillade adalah dugaan rasialisme manajemen di gerai Moschino's West Hollywood.

Dalam tuduhan tersebut, Lataillade mengungkapkan, manajemen meminta para staf menyebut pelanggan kulit hitam yang bukan selebritas sebagai "Serena," serta harus "mengawasi" mereka dengan cermat saat berbelanja.

Bukan itu saja, terkadang manajer toko pun menuliskan plat nomor mobil pelanggan yang disebut "Serena". Para staf juga diminta menolak memberikan layanan kepada mereka yang dijuluki "Serena", serta membatasi penjualan untuk pelanggan tersebut. 

Lataillade yang mengaku sebagai seorang wanita Haiti-Amerika, mengingat beberapa contoh diskriminasi yang ia juga terima. Sang manajer, menurutnya, pernah mengejek karena "practicing voodoo".

Menurut gugatan tersebut, setelah Lataillade menghubungi staf perusahaan Moschino untuk melaporkan diskriminasi terhadap dirinya dan pelanggan, sang manajer langsung memecatnya.

Ada pun Lataillade mencari ganti rugi secara materil terkait 17 klaim berbeda, termasuk pelecehan dan diskriminasi ras, pelecehan dan diskriminasi agama, pelecehan dan diskriminasi gender, pelecehan seksual, pencemaran nama baik, pelanggaran kontrak dan banyak lagi. 



Close Ads X