Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/01/2019, 09:37 WIB

KOMPAS.com - Di tengah kampanye penghapusan bulu asli untuk industri busana, dua pengecer online, Boohoo dan Zacharia Jewellersjustru bertindak sebaliknya.

Ternyata produk mereka yang berupa sweater pompon dan ikat kepala kedapatan memakai bulu asli.

Dilansir dari New York Post, kemungkinan bulu yang dipakai adalah dari kelinci. 

"Konsumen harus dapat mempercayai iklan yang mereka lihat dan dengar--dan mereka tentu tidak boleh disesatkan untuk membeli produk bulu palsu dengan hati nurani yang baik hanya untuk itu ternyata berasal dari hewan asli," direktur komplain Advertising Standards Authority Inggris, Miles Lockwood kepada The Guardian.

Menurutnya, apa yang dilakukan Bohoo dan Zacharia Jewellers tidak sekadar menyesatkan, juga bisa sangat menjengkelkan.

Produk bulu asli yang diiklankan sebagai palsu adalah masalah yang tersebar luas di Inggris, dan langsung dikecam oleh kelompok aktivis hewan Humane Society International.

Mereka langsung mengajukan pengujian sampel dan mengonfirmasi jika bulu yang dipakai kedua label tersebut adalah asli. 

Sejak saat itu, baik Boohoo maupun Zacharia sejak langsung berhenti menjual produk-produk  tersebut. 

"Kami memiliki komitmen kuat terhadap penjualan bulu asli di salah satu produk kami. Kami memiliki kebijakan dan prosedur yang kuat untuk memastikan bahwa kami dapat mematuhi ini," kata perwakilan Boohoo dalam sebuah pernyataan.

"Mengikuti penyelidikan oleh HSI, barang tersebut telah dihapus dari penjualan. Kami terus menyelidiki masalah ini secara internal dan dengan pemasok yang bersangkutan, sebagai masalah prioritas."

Zacharia, sementara itu, menyalahkan produsen China untuk campur-baur dan menarik listing-nya dari Amazon.

"Sama sekali tidak dapat diterima bahwa konsumen yang penuh kasih yang berangkat untuk membeli bulu palsu disesatkan untuk membeli bulu asli," Claire Bass, direktur eksekutif Humane Society International, mengatakan kepada BBC.

"Dua contoh ini adalah yang terbaru dalam daftar panjang barang 'bulu palsu' yang kami temukan untuk dijual, jadi kami berharap bahwa keputusan ASA akan mengirimkan pesan yang kuat kepada industri dan membuat pengecer bekerja lebih keras untuk memberikan kepercayaan konsumen dalam rangka menghindari penggunaan bulu binatang."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.