Lawan Kesepian dengan Kebiasaan Sederhana Ini - Kompas.com

Lawan Kesepian dengan Kebiasaan Sederhana Ini

Kompas.com - 10/01/2019, 13:00 WIB
IlustrasiShutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com — Perasaan kesepian dan terasing saat ini menjadi "penyakit" orang-orang di kota besar. Bahkan, para ahli kesehatan menyebut kesepian sebagai penyebab kematian yang tinggi seperti halnya penyakit jantung atau kanker.

Tak sedikit orang yang bertahan dalam kesepian. Dan, mereka yang merasakannya tahu bahwa mengusir kesepian tidak semudah menempatkan diri di keramaian.

Psikolog dari Dignity Health, Dr Stephanie Parmely, menjelaskan, kesepian meningkatkan hormon kortisol atau hormon stres. Dalam jangka panjang, efek negatifnya akan terlihat.

"Hal ini berdampak negatif terhadap sistem imun dan sistem jantung. Kesepian juga menurunkan produktivitas dan kebahagiaan seseorang sehingga bisa berdampak pada pekerjaan dan kehidupan sosial," ujarnya.

Manusia menjadi sosial karena lingkungan dan manusia juga membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup.

"Kita membutuhkan interaksi lebih dan keterikatan dengan yang lain untuk merasa tidak kesepian," kata Parmely.

Masuk ke dalam percakapan mendalam dan memiliki hubungan mendalam adalah cara mencegah kesepian. Namun, jika kamu merasa masih kesulitan mendapatkannya, para pakar berbagi tipsnya bagaimana mengatasi rasa kesepian tersebut, seperti dilansir dari Bustle.

1. Relawan

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Gerontology: Social Sciences menemukan bahwa kegiatan relawan setidaknya 2 jam dalam seminggu bisa membantu kita melalui hari-hari ketika kesepian datang.

Psikiater Gene Beresin, MD menjelaskan, kunci melawan kesepian adalah dengan bertemu dengan orang lain.

Hal ini bisa kamu lakukan dengan bergabung dengan organisasi komunitas atau membantu orang lain dengan menjadi relawan.

"Proses ini tidak hanya membantumu keluar dari isolasi sosial, tapi juga mensyukuri rasa memberi dan terhubung dengan orang lain," ujarnya.

Baca juga: 10 Bahaya bagi Kesehatan di Balik Rasa Kesepian

2. Mindfulness

Para peneliti dari UCLA menemukan bahwa program meditasi sederhana yang mendorong perasaan kesadaran pada saat ini (mindfulness) bertahan sekitar delapan minggu untuk mengatasi kesepian pada orang dewasa.

Beresin mengatakan, kesepian adalah persepsi dan sebuah rasa yang subyektif sehingga banyak individu yang kesepian memandang keadaan mereka sebagai "cara hidup". Padahal, hal itu tidak selalu fakta yang tidak bisa diubah.

Cobalah mengidentifikasi pikiran-pikiran umum tentang rasa kesepian yang dimiliki. Misalnya, pikiran "aku tidak layak untuk apa pun" atau "tidak ada harapan bagiku untuk terhubung dengan orang lain. Mereka punya orang lain".

"Pikiran-pikiran itu akan terbukti apakah salah atau berlebihan. Sekali kamu menghilangkan pikiran-pikiran tersebut, emosimu akan semakin baik dan kamu akan lebih mudah mengubah perilakumu," katanya.

3. Memelihara hewan

Hewan peliharaan bisa membantu menghidupkan rasa sejahtera pada emosional, termasuk menghilangkan rasa kesepian.

Beresin menjelaskan, hubungan dengan hewan peliharaan bisa melepas hormon oksitosin sebagai hasil dari keterikatan yang terbangun.

"Binatang mampu memberikan dukungan emosional dan keterkaitan. Mereka juga butuh kita rawat. Sehingga merawat binatang adalah pengalaman yang menyenangkan," jelasnya.

Baca juga: Pencinta Hewan Lebih Sehat Fisik dan Mental

4. Bersyukur

Sejumlah studi menemukan bahwa mempraktikkan rasa bersyukur bisa membantu melawan rasa kesepian. Selain itu, bersyukur juga diasosiasikan dengan kebahagiaan, kepuasan hidup dan kesenangan sosial.

Kita bisa memulai kebiasaan bersyukur lewat membuat jurnal. Catatlah setiap hari 10 hal yang kamu syukuri dari hari ini. Hal sederhana seperti mendapat pengemudi ojek yang ramah atau disapa bos besar, sudah bisa membuat kita lebih bersyukur.

5. Beralih dari pesan teks

Metode komunikasi kita dengan orang lain sangatlah berpengaruh terhadap hubungan kita dengan orang lain.

Mungkin kita merasa cemas untuk mencoba menelepon seseorang atau menginisiasi pertemuan sehingga lebih memilih komunikasi lewat teks. Padahal, hal itu layak dicoba.

"Jika kamu biasa berkomunikasi tidak langsung, maka kamu akan berakhir kesepian dan tidak terhubung dengan orang lain karena metode itu menghilangkan kedekatan hubungan dengan orang lain," kata Psikolog klinik, Madeline William, Psy.D

Pilihlah komunikasi tatap muka sebagai obat dari kesepian.

6. Mendalami seni

Meskipun sendirian, seni dan hal-hal kemanusiaan sering kali menjadi jalan untuk meredakan rasa kesepian.

"Ketika kita membaca buku bagus, menonton film yang seru atau menenggelamkan diri dalam musik atau mempelajari pekerjaan seni grafis, perasaan kita seringkali merasa lebih baik," kata Beresin.

Seni tidak hanya sebagai distraksi tapi sesuatu yang mampu menyembuhkan diri.

Sebagai bonus, kita bisa merasakan terhubung dengan orang lain yang juga mengapresiasi karya seni.

Intinya, terhubung dengan orang lain akan membantumu mengurangi rasa kesepian. Namun, ada baiknya jika kebiasaan-kebiasaan ini dijalankan terus menerus agar perasaan menjadi seseorang yang layak bisa tumbuh dalam hatimu.


Terkini Lainnya


Close Ads X