Gara-gara Drama Korea, Kini Rahmat Jual Desain Baju ke Artis...

Kompas.com - 10/01/2019, 17:21 WIB
.DOKUMENTASI PRIBADI .

KOMPAS.com - Perjuangan Rahmat Hidayat, desainer disabilitas dari Kabupaten Bandung Barat, dimulai sekitar tahun 2012.

Tepatnya saat drama Korea berjudul "Fashion King" ditayangkan di salah satu televisi swasta.

Drama tersebut menginspirasi Rahmat untuk membuat desain busana.

Awalnya, desain yang dibuat tidak berbentuk. Namun Rahmat mengaku terus berjuang dan belajar meski secara otodidak.

Baca juga: Rahmat Terjaga 4 Jam di Tengah Malam, demi Desain Batik untuk Jokowi

Setelah merasa menemukan bentuk desainnya, Rahmat bergabung dengan sebuah grup Facebook bernama “Tailor Indonesia”.

Di grup ini, Rahmat yang memiliki kelainan ada kedua kaki dan tangannya itu menerima banyak masukan tentang desainnya.

“Setiap hari saya belajar. Saya menerima seluruh masukan dan memperbaiki desain-desain saya,” ungkap saat ditemui di kediamannya belum lama ini.

Jual desain

Setelah merasa cukup percaya diri, Rahmat kemudian mencoba menjual desain yang didominasi pakaian pesta dan baju pengantin.

Namun, Rahmat mengakui, tak sedikit pula desain unik dan agak aneh hasil goresan pensilnya.

Tak mahal. Dia hanya menjual karyanya Rp 50.000 per desain.

Seiring berjalannya waktu, satu per satu pemesan berdatangan. Pelanggannya lebih banyak memesan desain pakaian Muslim.

Terutama saat Ramadhan, Rahmat dibanjiri orderan desain baju Muslim.

Desainer disabilitas Rahmat Hidayat asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), sedang memperlihatkan hasil karyanya.KOMPAS.com/RENI SUSANTI Desainer disabilitas Rahmat Hidayat asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), sedang memperlihatkan hasil karyanya.

Rahmat mengaku kondisi itu sebagai tantangan, karena ada sejumlah rambu dalam Syariat Islam yang tidak bisa diabaikan dalam pola pakaian yang dirancangnya.

Halaman:



Close Ads X