Meski Santap Makanan Sehat tapi Tak Olahraga, Risiko Tetap Mengintai - Kompas.com

Meski Santap Makanan Sehat tapi Tak Olahraga, Risiko Tetap Mengintai

Kompas.com - 13/01/2019, 16:51 WIB
Ilustrasi makananpiotr_malczyk Ilustrasi makanan

KOMPAS.com - Makan makanan sehat dan olahraga merupakan kombinasi yang sejak dulu dipercaya tepat untuk kesehatan.

Sebuah penelitian terbaru mengingatkan pentingnya kedua elemen ini.

Terungkap, orang yang mengonsumsi makanan sehat, namun tidak berolahraga masih memiliki risiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular.

Bahkan, mereka memiliki risiko yang sama dengan orang kelebihan berat badan. Demikian dikutip dari laman Men's Health,

Penelitian ini menggunakan data dari National Health and Nutrition Examination Survey dan berfokus pada orang berusia 40-79 tahun.

Para peneliti membagi data menjadi dua kategori, membandingkan orang dengan indeks massa tubuh (BMI) sehat dengan kelebihan berat badan.

Baca juga: Waspadai, Kerutan di Dahi Tanda Penyakit Kardiovaskular

Mereka kemudian menilai kedua kelompok tersebut soal risiko kardiovaskular.

Secara khusus, mereka menaruh fokus kepada orang-orang yang memiliki BMI sehat, tetapi yang memiliki karakteristik yang mungkin membuat mereka berisiko mengalami masalah kardiovaskular.

Mereka adalah orang-orang yang berdiameter perut sagital yang tidak sehat, sesak napas setelah aktivitas, dan kurang dari tingkat olahraga yang direkomendasikan.

Mereka juga disesuaikan dengan faktor-faktor lain seperti, usia, ras, dan jenis kelamin.

Peneliti lalu menemukan, orang-orang dengan BMI yang sehat, namun memiliki gaya hidup malas bergerak atau sendentary, menunjukkan risiko yang hampir sama dengan orang dengan BMI yang kelebihan berat badan.

Risiko itu menyangkut penyakit kardiovaskular.

Mereka juga menemukan, orang yang duduk untuk waktu lama, berpotensi menurunkan risiko kardiovaskular, jika mereka masih aktif secara fisik.

Dengan kata lain, olahraga berkorelasi dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah, sekali pun di antara orang-orang yang banyak duduk.

Baca juga: Tak Selalu Buruk, Lemak Juga Penting Bagi Tubuh

Secara umum, kurang olahraga terkait dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi, sekali pun di antara orang sehat.

Para penulis memberikan beberapa peringatan.

Ada beberapa perdebatan tentang apakah metode standar untuk menghitung risiko penyakit kardiovaskular melebih-lebihkan ancaman di beberapa populasi.

Beberapa data tentang kebugaran fisik juga dilaporkan sendiri, artinya itu mungkin bukan ukuran yang tepat.

Namun, secara keseluruhan, data ini harus digeneralisasikan untuk sebagian besar orang dewasa di Amerika Serikat.

Temuan ini, menurut penulis, menunjukkan, fokus pada BMI sebagai target yang sehat mungkin tidak cukup.

Orang-orang dapat mencapai apa yang dianggap sebagai berat yang sesuai untuk ukuran mereka.

Tetapi, jika mereka tidak berolahraga, mereka mungkin memiliki risiko yang sama dengan orang yang kelebihan berat badan terkait penyakit kardiovaskular.


Terkini Lainnya


Close Ads X