Kompas.com - 13/01/2019, 18:00 WIB

Mereka kemudian menilai rasa sakit mereka pada skala 0-100.

Segera setelah itu, mereka mengalami pengalaman yang lebih menyakitkan.

Mereka memiliki manset tekanan darah yang dipompa dengan ketat diikatkan ke lengan mereka, dan diminta melakukan olahraga lengan selama 20 menit.

Hal itu merupakan sesuatu yang sangat menyiksa.

Hanya tujuh dari 80 sukarelawan yang nilainya kurang dari 50 pada skala nyeri berbasis 100 poin.

Demi menguji bagaimana faktor memori nyeri masuk dalam ambang rasa sakit, para ilmuwan mengulangi eksperimen yang sama pada hari berikutnya.

Baca juga: Ketimpangan Gaji Pria dan Wanita Jadi Topik Hangat di Golden Globe

Mereka menemukan, pria menilai rasa sakit mereka lebih tinggi dari yang mereka lakukan, sehari sebelumnya, dan lebih tinggi daripada perempuan.

"Kami percaya pria mengantisipasi manset dan tekanan dari antisipasi itu menyebabkan sensitivitas rasa sakit yang lebih besar," kata Mogil.

"Ada beberapa alasan untuk berharap kita akan melihat peningkatan kepekaan terhadap rasa sakit pada hari kedua."

"Tetapi, tidak ada alasan untuk mengharapkan itu akan spesifik untuk laki-laki. Itu benar-benar kejutan."

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.