Kompas.com - 13/01/2019, 18:00 WIB

Para ilmuwan berharap temuan yang diterbitkan dalam Current Biology ini, akan membuka jalan bagi perawatan baru untuk penyakit kronis.

Salah satu kekuatan pendorong rasa sakit kronis dianggap memori dari rasa sakit sebelumnya.

"Jika rasa sakit yang diingat adalah kekuatan pendorong untuk rasa sakit kronis dan kami memahami bagaimana rasa sakit diingat."

Baca juga: Apa Beda Sabun Muka Pria dan Wanita?

"Kami mungkin dapat membantu beberapa penderita dengan memperlakukan mekanisme di balik ingatan secara langsung," sebut Martin.

Ada pun, menurut Mogil, penelitian ini mendukung gagasan ingatan tentang rasa sakit dapat memengaruhi rasa sakit di kemudian hari.

"Saya pikir pantas untuk mengatakan jika studi lebih lanjut tentang fenomena yang sangat kuat ini dapat memberi kita wawasan yang mungkin berguna untuk pengobatan sakit kronis di masa depan," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.