Stres dan Malas Cuci Bra Bisa Sebabkan Bau Badan - Kompas.com

Stres dan Malas Cuci Bra Bisa Sebabkan Bau Badan

Kompas.com - 14/01/2019, 12:30 WIB
IlustrasiShutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Bau badan memang musuh utama penampilan. Yang menyebalkan, walau kita sudah rajin mandi tetap saja ada bau tidak sedap yang tercium.

Sebenarnya ada beberapa faktor yang memengaruhi bau badan. Apalagi kita tinggal di negara tropis yang panas dan lembab sehingga mudah berkeringat. Cari tahu apa saja faktor tak terduga yang bisa memperburuk bau badan.

1. Konsumsi obat tertentu

Beberapa jenis obat memiliki efek samping yang membuat kita berkeringat, misalnya antinyeri penurun demam, atau pelemas otot.

Obat-obatan juga dapat menyebabkan mulut kering, yang merupakan salah satu penyebab bau mulut.

Untuk mengatasinya, gunakan antiperspirant atau deodoran yang lebih kuat dan berkekuatan klinis. Gunakan di malam hari sebelum tidur yang membantu menghalangi keringat yang menyebabkan bau sebelum pagi hari tiba.

Kita juga bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengganti obat yang kita konsumsi atau menyesuaikan dosisnya.

Baca juga: Menjaga Ginjal Tetap Sehat Tanpa Minum Obat

2. Kosumsi makanan pedas terlalu banyak

Makanan yang banyak mengandung bawang putih, kari, atau rempah-rempah lainnya melepaskan gas-gas belerang ketika dicerna tubuh. Akibatnya akan muncul bau menyengat dari keringat.

Gas-gas ini dilepaskan melalui pori-pori, membuat tubuh beraroma tak sedap selama beberapa jam setelah makan. Cara lain untuk menyiasatinya aalah minum banyak air putih atau mandi jika memungkinkan.

"Jangan makan makanan ini sebelum pertemuan penting atau kencan," saran dokter kulit Marie Jhin.

Baca juga: Gemar Makan Pedas, Sehat dan Bikin Panjang Umur

3. Stres tinggi

Keringat berlebih merupakan gejala fisik dari stres. Sebenarnya cairan keringat ini tidak berbau sampai bercampur dengan bakteri di kulit kita yang menyebabkan bau tidak sedap.

"Namun, keringat karena panas atau olahraga tak akan menimbulkan efek bau karena lebih banyak mengandung air dan elektrolit," kata Jhin.

Untuk mencegah bau badan, pakailah antiperspirant atau deodoran yang berkekuatan klinis.

Jika kita masih mengalami masalah ini, hubungi dokter untuk meresepkan antiperspiran atau merekomendasikan botox ketiak untuk mengurangi keringat.

"Mencuci pakaian secara teratur juga dapat mengurangi jumlah bakteri yang memecah keringat menjadi produk sampingan yang menyebabkan bau," kata ahli kulit Lauren Ploch.

Baca juga: Awas, Stres Picu Emotional Eating

4. Konsumsi alkohol berlebihan

Saat tubuh mencerna alkohol dan mengalir melalui aliran darah, sebagian besar akan keluar dari napas dan keringat.

"Tubuh memperlakukan alkohol seolah-olah itu beracun, dan karenanya mencoba memecahnya dan mengeluarkannya secepat mungkin," ucap Buddy T, pakar kecanduan alkohol.

Ia mengatakan, kebanyakan alkohol dimetabolisme di hati dan dikeluarkan dari tubuh melalui urine.

Tapi, jika kita minum lebih banyak daripada yang dapat diproses hati, akan ada yang dikeluarkan lewat napas dan keringat.

"Itu menyebabkan bau badan yang busuk. Untuk menghindari bau seperti alkohol, cobalah minum dengan lebih lambat, atau diselingi segelas air atau minuman nonalkohol lainnya," kata Buddy T.

Baca juga: Berat Badan Turun, Pangeran Harry Tak Lagi Konsumsi Kafein dan Alkohol

5. Malas mencuci bra

Bra yang kita kenakan juga berkontribusi pada bau badan. Kain bra bersentuhan dengan lengan di dekat ketiak, di punggung, di antara payudara dan dada. Semua area itu merupakan wilayah tubuh yang rawan berkeringat.

Seringkali bra terbuat dari kain yang tidak menghilangkan kelembapan sehingga bakteri dan jamur tumbuh dengan cepat.

Untuk mengatasinya, jangan gunakan bra yang sama dua hari berturut-turut. Memakai bra yang sama terlalu sering juga menyebabkan penumpukan minyak dan bau.

Hindari pakaian dalam dari kain sintetis, seperti spandex karena menyebabkan penumpukan keringat yang pada akhirnya menimbulkan bau badan.

Baca juga: Perhatikan, Cara Tepat Memakai Bra

6. Malas pakai kaus kaki

Sering pakai sepatu tanpa kaus kaki? Apapun jenis sepatu yang dipakai, usahakan untuk selalu memakai kaus kaki demi menghindari bau kaki.

Kaus kaki berfungsi untuk menyerap kelembapan. Mengenakan sepatu tertutup tanpa kaus kaki juga membuat kaki berkeringat dan bercampur bakteri.

Bila kebetulan lupa memakai kaus kaki, sesekali lepas sepatu saat duduk untuk memberi udara segar.

Setelah tiba di rumah usai seharian memakai sepatu rendam kaki di air yang dicampur cuka untuk membunuh bakteri.

Sebaiknya, kita juga tak memakai sepatu yang sama lebih dari dua hari berturut-turut.

Baca juga: Tidur Pakai Kaus Kaki Basah Bermanfaat untuk Kesehatan


Terkini Lainnya


Close Ads X