Kompas.com - 14/01/2019, 14:33 WIB
Ilustrasi digigit nyamuk shutterstockIlustrasi digigit nyamuk
Penulis Mela Arnani
|
Editor Bayu Galih

Nadia menambahkan, Kemenkes juga telah melakukan penyelidikan sumber penularan DBD dan telah dilakukan langkah penghentian DBD supaya kejadian luar biasa tidak meluas.

"Ada tim gerak cepat yang terintegrasi termasuk imbauan ke sekolah untuk mengaktifkan PSN (pemberantasan sarang nyamuk)," ujar Nadia.

Virus dengue

Virus dengue menginfeksi nyamuk Aedes aegypti betina ketika menghisap darah seseorang yang sedang dalam fase demam akut (viraemia), yakni dua hari sebelum panas sampai lima hasi setelah demam timbul.

Nyamuk menjadi infektif pada 8-12 hari (periode inkubasi ekstrintik) sesudah menghisap darah penderita yang sedang viremia dan tetap infektif selama hidupnya.

Setelah melalui periode inkubasi ekstrintik, kelenjar ludah nyamuk bersangkutan akan terinfeksi dan virusnya akan ditularkan ketika nyamuk menggigit dan mengeluarkan cairan ludahnya ke dalam luka gigitan ke tubuh orang lain.

Setelah masa inkubasi di tubuh manusia selama 34 hari (rata-rata selama 4-6 hari) timbul gejala awal penyakit.

Baca juga: Perjalanan Nyamuk Aedes Aegypti Menularkan Demam Berdarah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala awal

Terdapat beberapa gejala awal penyakit DBD ini, antara lain demam tinggi secara mendadak berlangsung sepanjang hari, nyeri kepala, nyeri saat menggerakkan bola mata, dan nyeri punggung.

Terkadang disertai tanda-tanda perdarahan, pada kasus yang lebih berat dapat menimbulkan nyeri ulu hati, perdarahan saluran cerna, shock, hingga kematian.

Masa inkubasi penyakit ini berkisar 3-14 hari, tapi pada umumnya 4-7 hari.

DBD menyerang pembuluh darah, menyebabkan indikator trombosit turun drastis. Kasus meninggalnya seseorang karena mengalami shock pembuluh darah.

Nadia mengungkapkan, penting untuk memutuskan rantai penularan nyamuk ini. Pencegahanpun harus dilakukan dari lingkungan keluarga terlebih dahulu.

Ia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai DPD. Apabila masyarakat mengalami demam, maka harus segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.