Kompas.com - 16/01/2019, 06:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perbedaan pendapat memang merupakan hal yang wajar. Tak terkecuali dalam pilihan politik.

Namun saat ini, perbedaan politik memicu debat panjang, dua belah pihak bersitegang, bahkan mengarah pada permusuhan.

Ketika hal ini terjadi pada lingkup keluarga, apa yang harus kita lakukan?

Pakar Ilmu Sosial, Budaya dan Komunikasi dari Universitas Indonesia, Dr. Devie Rachmawati, M. Hum., CPR menyarankan agar hal tersebut dihindari.

Ia mengingatkan agar kita memikirkan dampak jangka panjang dari perdebatan pandangan politik yang mungkin terjadi.

"Jangan mengorbankan sesuatu jangka pendek untuk yang jangka panjang," kata Devie ketika ditemui seusai peluncuran kampanye "Mari Bicara, Indonesia!" di Museum Nasional, Selasa (15/1/2019).

Itulah mengapa penting adanya peraturan ketat untuk grup-grup keluarga, baik di media sosial seperti Facebook atau pun aplikasi chat seperti What's App.

Misalnya, grup diperuntukkan pembahasan seputar urusan keluarga. Sementara pembicaraan di luar itu, bisa dibentuk grup baru yang berbeda.

Intinya, perselisihan antar-anggota keluarga karena adanya perbedaan pendapat atas sesuatu sebaiknya dihindari atau diminimalisasi.

"Karena ingat, ketika Anda meninggal yang menguburkan bukan capres tapi keluarga yang ada di WA group," tuturnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.