KOMPAS.com - Suara ketukan palu terdengar dari dalam ruangan kecil di salah satu sudut rumah di Cibaduyut Lama, Kota Bandung.
Suara itu berasal dari martil milik perajin sepatu yang sedang merekatkan kulit sepatu ke cetakannya dengan bantuan paku.
Sore itu, hanya ada satu perajin sepatu yang bekerja. Perajin lainnya sudah pulang, dan ada pula yang mengambil libur tahun baru 2019.
Meski hanya satu orang, suasana tidak sepi. Selain suara palu, lantunan musik dangdut pun memenuhi ruangan.
Belum lagi, kebisingan dari bilik sebelah, yang letaknya bertetangga dengan ruang itu.
Suara mereka yang juga mengerjakan sepatu, atau pun produk industri rumahan lainnya terdengar jelas.
Baca juga: Helm Custom Jokowi Dibanderol Rp 6 Juta, Gibran Tak Jadi Beli...
Kekhasan itu tidak pernah berubah sejak dulu, bahkan sejak sebelum Cibaduyut ditetapkan sebagai sentra sepatu Kota Bandung.
Sebab, sejak lama, rumah-rumah di Cibaduyut memang disibukkan dengan berbagai produk sepatu.
Di sini pulalah, salah satu merek sepatu lokal yang tengah naik daun, Hidalgo, bermula.
“Ini tempat produksi sepatu Hidalgo. Dari awal mula saya bergerak di bidang sepatu, pasti melibatkan perajin Cibaduyut,” ujar pemilik brand Hidalgo, Hikmat Hidayat kepada Kompas.com.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.