Kompas.com - 25/01/2019, 18:49 WIB
Salah satu contoh Kartu Identitas Anak (KIA) yang diunggah orangtua di media sosial Instagram. InstagramSalah satu contoh Kartu Identitas Anak (KIA) yang diunggah orangtua di media sosial Instagram.

KOMPAS.com - Aturan baru pemerintah yang mewajibkan anak-anak untuk memiliki kartu identitas tampaknya disambut antusias oleh orangtua. Ini terlihat dari banyaknya unggahan foto Kartu Identitas Anak (KIA) di media sosial.

Namun, banyak warganet yang mengunggah foto KIA di media sosial secara terang-terangan, tanpa sensor mengenai identitas diri anak. Dengan demikian, terlihat informasi jelas mengenai identitas, baik itu nama, tanggal lahir, alamat, hingga foto sang anak.

Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memberikan imbauan agar orangtua lebih waspada dan tak menyebar foto KIA secara vulgar.

"Kami kaget juga ada yang mem-post KIA di medsos, karena sangat berbahaya," ujar Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ferdinandus Setu saat dihubungi Kompas.com pada Jumat (25/1/2019).

"Walaupun Rancangan Undang-Undang Data Pribadi belum jadi undang-undang, tapi ini jadi isu yang sangat penting, sangat krusial apalagi menyangkut data pribadi anak-anak,"

Baca juga: Sosialisasi Program Kartu Identitas Anak (KIA) Dinilai Kurang

Menurut Ferdinandus, penyebaran identitas anak dalam unggahan foto di medsos ini dikhawatirkan memicu kejahatan bagi anak-anak.

"Takutnya KIA anak ini disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, menggunakan data yang tertera nama dan alamat anak," ujar Ferdinandus.

Ia juga menyebutkan kemungkinan kejahatan yang terjadi akibat data yang diumbar ini, seperti penculikan, terjadi persekusi di jalan, dan lainnya.

Tak hanya itu, Ferdinandus juga menyayangkan sikap orangtua yang gegabah mengunggah foto KIA anaknya ke media sosial.

"Kami sangat sayangkan perilaku orangtua yang dipikir, 'Ah, anakku punya Kartu Identitas Anak, nih'. Ya jangan begitu-gitu amat," ujar Ferdinandus.

Dia juga menyayangkan orangtua yang sangat sering mengunggah foto buah hati mereka ke media sosial secara berlebihan.

Menurut dia, ancaman pedofil juga sangat rentan terjadi jika orangtua menyebarkan data pribadi anak beserta foto-fotonya.

"Yang jelas orangtua harus menjaga anaknya tidak hanya dari segi fisik, namun juga menjaga data diri anak. Itu juga menjadi ciri bahwa kita mencintai anak kita," ujar Ferdinandus.

Selanjutnya, pihak Kominfo juga bekerja sama kepada pihak-pihak media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram untuk menghapus beberapa foto data diri yang terlanjur diunggah.

Saat ini Kominfo masih melakukan upaya untuk merampungkan UU mengenai data pribadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.