Apa yang Terjadi pada Otot Saat Berhenti Olahraga?

Kompas.com - 27/01/2019, 16:00 WIB
Ilustrasi olahragaGeorgeRudy Ilustrasi olahraga

KOMPAS.com - Selama ini, muncul mitos berhenti olahraga membuat otot melemah, dan sulit untuk kembali bugar saat kita memulai olahraga kembali.

Namun, mitos itu kini dibantah dengan temuan dari riset yang telah diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Physiology.

Riset ini mengklaim adanya fenomena yang terkenal dengan sebutan memori otot.

Disebutkan, otot menjadi lebih kuat dari yang diperkirakan sebelumnya, dan bahkan dapat membantu mencegah kelemahan di usia tua.

Riset ini membuktikan otot yang dibangun pada masa remaja dapat bermanfaat untuk tingkat kebugaran selama bertahun-tahun meski kita telah lama tak aktif berolahraga.

Ini terjadi karena pusat kendali sel, yang dikenal sebagai nukleus, yang diperoleh saat masih muda memungkinkan otot untuk menjadi lebih besar pada tingkat yang lebih cepat, ketika kembali dilatih.

Bahkan, perkembangan otot terebut dapat terjadi setelah sel-sel otot kita menyusut karena tidak digunakan.

Artinya, setiap orang dapat "menyimpan" pertumbuhan otot ketika kita masih muda.

Otot mengandung sel terbesar di tubuh. Sel-sel itu bergabung bersama dan membentuk jenis jaringan yang disebut syncytium.

Jaringan ini memungkinkan sel-sel berperilaku seperti satu sel tunggal.

"Jantung, tulang, dan bahkan plasenta dibangun di jaringan sel-sel ini," papar Lawrence Schwartz, Profesor Biologi di University of Massachusetts, sekaligus pemimpin riset ini.

Baca juga: Badan Masih Sakit Setelah Olahraga, Bolehkah Lanjut Latihan Lagi?

Menurut dia, sejauh ini sel terbesar dan syncytium terbesar milik manusia adalah otot.

Halaman:


Terkini Lainnya


Close Ads X