Kompas.com - 29/01/2019, 18:18 WIB
Ilustrasi olahraga shutterstockIlustrasi olahraga
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Ada istilah efek afterburn setelah kita berolahraga. Istilah ini memang cukup awam bagi kebanyakan orang. Namun, kita perlu mengetahuinya agar bisa memahami dan memaksimalkan efek yang satu ini. Pasalnya, memahami afterburn sangat bermanfaat terutama untuk yang sedang fokus menurunkan berat badan.

Sederhananya, afterburn adalah kalori yang terus dibakar setelah kamu berhenti berolahraga. Ternyata, tubuh tak hanya membakar kalori saat kita sedang berolahraga saja, namun juga setelahnya. Cara ini dilakukan tubuh bukan tanpa tujuan.

Saat berolahraga, tubuh membakar banyak sekali kalori. Nah, supaya tidak “kaget” karena tiba-tiba berhenti, tubuh akan terus membakar kalori setelah kita selesai berolahraga. Sisa pembakaran ini juga dilakukan untuk mendinginkan kembali suhu tubuh dan mengatasi perubahan hormon setelah berolahraga.

Baca juga: Inilah Olahraga yang Membakar Kalori Terbanyak

Dalam istilah ilmiah, afterburn effect disebut juga dengan excess post-exercise oxygen consumption (EPOC). Mudahnya, EPOC adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengembalikan tubuh dalam keadaan istirahat. Saat kita beristirahat pascaolahraga, tubuh akan mengalami beberapa fase, yaitu:

  • Mengembalikan kadar oksigen
  • Menghilangkan asam laktat
  • Memperbaiki otot dan mengembalikan level ATP (molekul yang memberikan energi pada tubuh untuk aktivitas seperti olahraga)

Dikutip dari Healthline, penelitian menunjukkan bahwa kadar EPOC tertinggi muncul setelah latihan. Kondisi ini akan terus berlanjut untuk periode waktu yang cukup lama yaitu sekitar 38 jam.

Penelitian juga menunjukkan fakta bahwa semakin intens latihan, maka akan semakin banyak kalori yang dibakar setelahnya untuk mengembalikan kondisi tubuh ke keadaan istirahat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian, sulit memperkirakan jumlah pasti kalori yang dihasilkan dari afterburn karena reaksi tiap orang terhadap latihan intensitas tinggi berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh faktor kebugaran, jenis kelamin, usia, durasi, dan intensitas latihan.

Jenis olahraga yang bisa memaksimalkan efek afterburn

Olahraga intensitas tinggi atau high intensity interval training (HIIT) adalah olahraga yang bisa merangsang EPOC yang lebih tinggi karena kita menggunakan lebih banyak oksigen dalam prosesnya. Oleh karena itu, dibutuhkan oksigen yang cukup besar pula untuk digantikan setelah berolahraga.

Kita bisa melakukan olahraga intensitas jenis apapun sesuai keinginan dan kemampuan. Lakukanlah olahraga ini selama 25 menit agar pembakaran kalori setelah olahraga bisa maksimal.

Baca juga: Berapa Lama Olahraga HIIT Untuk Menurunkan Berat Badan?

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.