Kompas.com - 30/01/2019, 17:53 WIB
Ilustrasi lari jarak jauh Pavel1964Ilustrasi lari jarak jauh
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Hidup sehat menjadi impian banyak orang. Dengan tubuh sehat, kita dapat melakukan berbagai aktivitas yang kita inginkan.

Agar sehat, menjalani pola hidup yang seimbang adalah syarat wajib yang harus dilakukan. Tidak sebatas menjaga asupan yang masuk ke dalam tubuh, tetapi juga bergerak aktif menjadi salah satu menunya.

Pentingnya pola hidup sehat ini makin gencar dikampanyekan. UNICEF, dalam artikel “Adolescence, A Time That Matters” (2002); mengungkap bahwa 70% dari seluruh kematian pada kalangan dewasa, antara lain akibat penyakit jantung dan paru-paru, dapat dicegah melalui penerapan gaya hidup sehat sejak usia muda.

Maka dari itu, penting bagi kita untuk dapat menjaga pola hidup sehat dan rutin berolahraga sedini mungkin. Mengapa pada usia dini?

Menurut Dr. Sandi Perutama Gani, Medical Expert dari Combiphar, usia remaja menjadi periode penting dalam masa tumbuh kembang manusia. Salah satu perkembangan paling signifikan terjadi pada prefrontal cortex di dalam otak yang berperan mematangkan kemampuan mengambil keputusan, mengembangkan kepribadian dan kemampuan bersosialisasi.

Perkembangan prefrontal cortex dipengaruhi hormon endorfin. Sementara, untuk meningkatkan produksi hormon endorfin, aktivitas fisik rutin menjadi kunci.

Baca juga: Atasi Stres Hingga Kecanduan, Ini 9 Manfaat Lari bagi Kesehatan Mental

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Lari menjadi salah satu kegiatan fisik yang disarankan bagi remaja. Mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun, di manapun dan kapanpun," kata Dr. Sandi dalam peluncuran Combi Run Academy (CRA) 2019 di Auditorium Kreasi, CGV, fX Sudirman, Senayan pada Selasa (29/1).

Lari teratur, menurutnya, mampu menekan rasa gelisah dan depresi. Dari sisi manfaat fisik, lari juga meningkatkan kesehatan tulang dan otot, kebugaran kardiorespirasi, kesehatan jantung, mengurangi risiko kenaikan berat badan, dan membangun ketahanan tubuh.

Sebuah penelitian mengungkap bahwa berlari 30 menit secara rutin selama 5 hari dalam 3 pekan terbukti membantu remaja mendapatkan waktu tidur yang lebih berkualitas, dan membuat lebih fokus dalam meningkatkan pencapaian akademis.

"Tidurmu juga akan menjadi lebih nyenyak dan berkualitas, serta dapat meningkatkan fokus pada saat bekerja ataupun belajar di sekolah," ujar Dr Sandi. "Tak kalah penting, ketahanan fisikmu juga akan meningkat seiring kamu terus melakukannya," tambahnya.

Baca juga: Menurut Riset, Olahraga Lari Ampuh Hambat Penuaan

Sebelumnya, setelah sukses melaksanakan lomba lari pada tahun lalu, Combiphar hadir di tahun ini dengan program edukasi larinya; Combi Run Academy (CRA) 2019.

Acara ini akan melibatkan 15 SMA di Jakarta dan sekitarnya. Hal ini dilakukan untuk mendukung terciptanya generasi Indonesia yang lebih sehat.

Tidak hanya terfokus pada CRA saja, Combiphar juga akan mengusung kampanye digital #KejarSampeDapet. Kampanye ini ditujukan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih bergerak aktif, khususnya berolahraga lari. (Aldo Christian Sitanggang)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.