25 Tahun Baby-G, Transformasi dari "Adik" Menjadi "Pasangan" G-Shock

Kompas.com - 01/02/2019, 11:25 WIB
Baby-G BGD-525 G-SHOCKBaby-G BGD-525

KOMPAS.com - Tahun ini, varian jam tangan Casio, Baby-G memasuki usia ke-25 tahun.

Peringatan itu akan dirayakan dengan merilis replika arloji pertama Baby-G, DW-520 yang diproduksi pada tahun 1994.

Arloji replika yang disebut BGD-525 akan dirilis di Jepang pada bulan Desember 2019, bertepatan dengan perayaan ulang tahun Baby-G.

Di tahun 90-an, arloji DW-520 diklaim sebagai model yang amat populer.

Saking masyurnya, jam ini mampu mengubah persepsi pengguna dari fungsi jam tangan digital menjadi bagian dari fesyen dalam mendukung penampilan perempuan.

Baca juga: Smartwatch, antara Gaya, Kebutuhan, dan Problem Kehabisan Baterai...

"Casio amat bangga karena telah menjadi bagian penting dalam kultur fashion tiap generasi di dunia."

"Baby-G diciptakan untuk menjawab kebutuhan dan keinginan perempuan untuk tampil tangguh, namun tetap cantik di saat yang bersamaan."

Begitu diungkapkan Hirokazu Satoh, Chief Representative Casio Singapore, Jakarta Representative Office dalam keterangan pers kepada Kompas.com, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

"Kami berterima kasih untuk penggemar Baby-G di seluruh dunia, karena tanpa kontribusi mereka kami tidak akan berkarya hingga sejauh ini."

Sejarah dan capaian

Hirokazu Satoh, Chief Representative Casio Singapore Pte, Ltd, Jakarta Representative Office berlutut memasangkan sebuah jam tangan Baby-G untuk atlet paracycling Indonesia Ni Kadek Karya Dewi, di Jakarta, Rabu (3/10/2018).KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO Hirokazu Satoh, Chief Representative Casio Singapore Pte, Ltd, Jakarta Representative Office berlutut memasangkan sebuah jam tangan Baby-G untuk atlet paracycling Indonesia Ni Kadek Karya Dewi, di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Nama Baby-G berasal dari huruf ‘G’ pada G-Shock yang berarti tahan gravitasi atau tidak akan rusak ketika dijatuhkan dari ketinggian hingga 10 meter.   Sementara, kata ‘Baby’ diartikan sebagai orang terdekat yang disayangi.   Baby-G terbukti mampu menarik perhatian remaja perempuan di awal tahun 90’an, karena dirasa pas dalam mengombinasikan kultur generasi muda dengan tren fesyen pada saat itu.   Pada era tersebut, G-Shock merupakan salah satu aksesoris yang dilirik oleh kaum adam, karena fungsi dan penampilan yang memberikan kesan maskulin bagi pemakainya.   Namun bukan hanya pria yang terpikat dengan G-Shock, perempuan pun demikian. Fenomena itulah yang kemudian menjadi inspirasi lahirnya Baby-G .   Baca juga: Sang Pencipta G-SHOCK Kikuo Ibe Bersuara untuk Atlet Para Games RI   Seiring dengan perkembangan jaman, pada tahun 2014, Baby-G mulai menjadikan perempuan dewasa usia 20-30 tahun sebagai target market.   Target itu merupakan pelebaran dari segmen remaja perempuan yang sudah menjadi target utama Baby-G sejak awal.   Baby-G saat ini ingin dikenal sebagai ‘pasangan G-Shock’, bukan lagi ‘adik perempuan.   Dari pergeseran tersebut, Casio melakukan perubahan pada logo Baby-G yang sudah digunakan sejak model pertamanya dirilis, menjadi BABY-G, dengan huruf kapital seluruhnya.   Begitu juga dengan tagline Baby-G yang awalnya 'Tough & Cute' menjadi 'Tough & Cool'

Teknologi dan capaian

Baby-G BGD-525G-SHOCK Baby-G BGD-525

Dengan tetap mengedepankan unsur fesyen pada desainnya, Baby-G tidak melupakan fungsi utamanya sebagai jam tangan yang mampu memberikan kemudahan bagi penggunanya.

Casio pun konsisten mengembangkan teknologi dari Baby-G dari masa ke masa.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X