Kompas.com - 01/02/2019, 12:12 WIB
Ilustrasi pernikahan ferlistockphotoIlustrasi pernikahan
|
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah gempuran ide pernikahan modern, masih ada kalangan masyarakat yang melaksanakan resepsi pernikahan dengan proses dan tampilan adat daerah asalnya.

Namun, pernikahan adat memiliki serangkaian prosesi yang rumit dan perlu dipersiapkan secara matang dan tepat. Sehingga sebelum melaksanakan pernikahan, calon pengantin perlu mencari sebanyak-banyaknya informasi agar detail pernikahan yang digelar tidak melanggar nilai-nilai adat.

Masih tingginya minat masyarakat untuk melaksanakan pernikahan adat tradisional membuat Parakrama Organizer kembali menyelenggarakan pameran pernikahan tradisional bertajuk "Gebyar Pernikahan Indonesia 10th Edition".

Ekshibisi yang akan digelar pada 8-10 Februari 2019 di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta ini digelar untuk membantu para calon pengantin merealisasikan pernikahan bernuansa tradisional yang mereka rencanakan.

"Gelaran ini menjadi bukti bahwa nuansa tradisional masih menjadi idaman dan inspirasi bagi kebanyakan calon pengantin," kata Marketing Director Parakrama Organizer, Arief Rachman dalam konferensi pers, Kamis (31/1/2019).

Tahun ini, pameran akan mengangkat tema "Asmarandana Pengantin Jawa", khususnya Yogyakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tradisi pernikahan masyarakat Jawa dinilai sarat akan tata cara spesifik, runut, kaya makna, dan sarat estetika.

Untuk adat Yogyakarta sendiri, Paes Ageng Kanigaran Yogyakarta dianggap menjadi primadona bagi para calon pengantin yang mendambakan pernikahan yang megah dan sakral.

Implementasi adat Yogyakarta tersebut akan dituangkan lewat kreasi dekorasi panggung utama, area pameran, hingga sudut-sudut ruang ekshibisi.

Lebih dari 150 vendor pernikahan akan tersedia pada pameran kali ini.

"Semuanya menghadirkan informasi pernikahan bagi calon pengantin untuk mengadakan pernikahan impian," tuturnya.

Salah satu aspek yang harus mengikuti pakem adalah tampilan pengantin. Marketing SISS The Wedding, Rostantri menjelaskan, setiap daerah di Pulau Jawa punya masing-masing pakem yang harus dipatuhi dan tidak boleh dilaksanakan secara sembarangan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memerhatikan detail seperti riasan wajah, busana, hingga aksesori yang dikenakan pengantin.

Sebab detail yang tidak sama bisa berujung pada makna yang berbeda pula.

"Dari teknik saja sudah tinggi. Seorang perias harus memiliki penguasaan ilmu, teknik, pemasangan aksesori. Terutama pemasangan paes," kata Rostantri.

Selain pameran, gelaran inj juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan. Seperti talkshow kecantikan, talkshow kesehatan, talkshow membatik, demo memasak, demo makeup, dan rangkaian aktivitas lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.