My Health Diary, Aplikasi Kesehatan yang Lebih Personal

Kompas.com - 02/02/2019, 09:37 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Internet menjadi salah satu tempat kebanyakan orang untuk mencari informasi kesehatan. Namun, tidak semua yang ditampilkan adalah benar.

Untuk mendapatkan informasi kesehatan yang akurat, sebenarnya kita bisa mendapatkannya dari beberapa aplikasi kesehatan yang dikembangkan dokter. Yang terbaru adalah My Health Diary.

Aplikasi yang juga dikembangkan bersama para dokter ini menyediakan fasilitas chatting kesehatan pribadi dengan machine learning. Layanan ini memungkinkan pengguna dapat mengetahui gejala-gejala awal penyakit atau kondisi kesehatan pengguna dengan akses 24/7. 

Aplikasi yang dapat diunduh gratis ini menjawab berbagai kemungkinan diagnosa penyakit serta informasi yang mendalam dalam fitur Diagnosis Pintar, Diseasepedia, Buku Catatan, Rumah Sakit, My Records.

"Aplikasi ini bukan untuk menggantikan peran dokter, namun untuk memberikan pengetahuan awal masyarakat mengenai kondisi kesehatan," ujar founder MyHealth Diary Herman Huang kepada Kompas.com, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Aplikasi My Health DiaryKOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Aplikasi My Health Diary
Herman mengklaim akurasi dari machine learning baru 85 persen, dan akan terus bertambah seiring dengan penggunaan oleh masyarakat. Selain itu saat ini informasi penyakit di aplikasi ini sudah sekitar 100 macam.

"Kami terus perbarui informasi-informasi mengenai penyakit lain, baik dalam fitur Diseaspeedia atau Diagnosis Pintar," ujar Herman.

Dalam aplikasi MyHealth Diary masyarakat dapat menambahkan beberapa jadwal-jadwal seperti olahraga, medikasi, pertemuan yang dapat ditambahkan pada tanggal tertentu.

Informasi mengenai rumah sakit di Jakarta pun dapat dengan mudah dicari.  Ditambah dengan fitur GPS, sehingga kita dapat dengan mudah menemukan rumah sakit terdekat dengan lokasi.

Pengguna juga dapat menyimpan data diri, riwayat klinis, riwayat kunjungan dan pemeriksaan dalam fitur tersebut.

Herman mengakui masih menjajaki kerjasama dengan berbagai bagian dari ekosistem kesehatan, seperti klinik, rumah sakit, dokter, farmasi, asuransi, IDI, PMI dan pemerintah--guna memaksimalkan fitur-fitur dalam aplikasi.



Terkini Lainnya


Close Ads X