7 Makanan Keberuntungan Khas Imlek - Kompas.com

7 Makanan Keberuntungan Khas Imlek

Kompas.com - 04/02/2019, 11:33 WIB
Warga mengabadikan foto di sekitaran Vihara Dharma Bakti jelang Imlek. Sabtu (2/2/2019). Kompas.com / Tatang Guritno Warga mengabadikan foto di sekitaran Vihara Dharma Bakti jelang Imlek. Sabtu (2/2/2019).

KOMPAS.com - Tidak ada perayaan tanpa makanan, termasuk perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek.

Pada perayaan Imlek, setiap mekanan yang wajib dihidangkan biasanya dikaitkan dengan harapan positif, seperti panjang umur, kemakmuran atau kesuburan.

Tak hanya dari jenis makanannya, sebuah makanan juga bisa disebut sebagai makanan keberuntungan karena kombinasi warna dan simbol-simbol di dalamnya.

Nah, berikut delapan makanan keberuntungan yang biasa disajikan pada perayaan Imlek:

1. Dumpling

Dumpling adalah jenis makanan ringan yang dibungkus dengan kulit berbahan tepung. Dumpling dapat diolah dan disajikan dengan berbagai cara.

Varian dumpling China bisa macam-macam, tergantung bahan, bentuk, hingga cara pengolahannya.

Ada kepercayaan bahwa semakin banyak dumpling yang kamu makan, maka akan semakin banyak rejeki yang didapat. Alasannya karena bentuk dumpling yang menyerupai ingot, bentuk alat pembayaran yang pernah digunakan di China.

Bahkan, ada kalimat yang harus diucapkan ketika makan dumpling, yaitu "Zhao cai jin bao!" yang artinya semoga membawa kita pada kemakmuran dan harta karun.

Baca juga: Makna di Balik Sajian Makanan Perayaan Imlek

2. Spring rolls

Makanan yang satu ini mungkin tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Banyak dari kita yang menyebut cemilan ini dengan sebutan "lumpia".

Nama "spring roll" sendiri sebetulnya datang dari Spring Festival sebagai nama lain dari Tahun Baru Imlek. Sebab, spring roll menjadi makanan tradisional yang dikonsumsi pada momentum tersebut.

Metode deep frying yang digunakan untuk memasak lumpia membuatnya berwarna keemasan bak batangan emas.

Jadi, jika kamu ingin mendatangkan kemakmuran lewat makanan yang digoreng, cobalah spring roll. Jangan lupa mengucapkan "huang jin wan liang!" yang artinya "berdoa untuk semakin banyak emas".

Para penjual ikan bandeng dadakan muncul di Pasar Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat pada Senin (12/2/2018), jelang perayaan Hari Raya Imlek.RIMA WAHYUNINGRUM Para penjual ikan bandeng dadakan muncul di Pasar Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat pada Senin (12/2/2018), jelang perayaan Hari Raya Imlek.

3. Ikan utuh

Tahun baru Imlek adalah sebuah perayaan yang kompleks. Salah satu makanan yang biasa ditemui kala perayaan Tahun Baru Imlek adalah ikan utuh.

Mengkonsumsi ikan dengan kepala hingga ekor utuh merepresentasikan awal yang baik dan akhir yang baik untuk tahun yang telah berlalu.

Alasan lainnya adalah karena unsur nama. Ikan dalam Bahasa Cina adalah "yu" yang jika dibaca sama dengan istilah "surplus" dalam Bahasa Cina.

Jadi, mengatakan "nian nian you yu" (setiap tahun memiliki ikan) sama dengan mengatakan "setiap tahun mendapatkan surplus"

Di Indonesia, warga Tionghia di Jawa biasanya memilih ikan bandeng.

Baca juga: 8 Hal yang Dianggap Tabu saat Imlek

4. Mi

Untuk perayaan Imlek, mi dibuat lebih panjang dibanding dengan mi yang biasa kita temui sehari-hari.

Mi yang panjang dan dikonsumsi pada momentum pertambahan usia memiliki simbol panjang umur.

Kamu bisa memilih mi gandum utuh atau mi telur, namun cara penyajiannya sebetulnya tidak terlalu berpengaruh.

Cara memakannya adalah, jangan potong mi tersebut berapa pun panjangnya sebab panjang mi menandakan panjang umur.

Makan mi yang disajikan dalam mangkuk juga bisa menjadi simbolisasi panjang umur. Jadi, makanlah dengan suka cita karena kamu sedang mengharapkan usia panjang bagi diri sendiri dan orang yang makan bersamamu.

Proses pembuatan kue keranjang di industri rumah tangga milik Tan Joe Lie di di Jalan Veteran Gang Syukur 3, Pontianak, Kalimantan Barat (8/2/2018). Kue keranjang merupakan penganan khas berbahan dasar ketan dan gula pasir yang selalu tersaji setiap perayaan Imlek.KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Proses pembuatan kue keranjang di industri rumah tangga milik Tan Joe Lie di di Jalan Veteran Gang Syukur 3, Pontianak, Kalimantan Barat (8/2/2018). Kue keranjang merupakan penganan khas berbahan dasar ketan dan gula pasir yang selalu tersaji setiap perayaan Imlek.

5. Kue keranjang

Kue manis dan kenyal ini dibuat dari tepung beras, gula dan madu. Untuk menikmatinya, bisa digigit langsung atau memotongnya menjadi bagian tipis lalu mencelupkan ke telur untuk digoreng.

Ketika dimakan, kue ini akan terkaramelisasi dan teksturnya semakin empuk. Namun, dengan cara apapun kamu memakannya, gula yang ada di dalamnya akan tetap terasa manis.

Pengucapan kue keranjang alias nian gao dalam bahasa China menggunakan nada yang meninggi pada akhir suku kata. Hal ini melambangkan pendapatan yang lebih tinggi, posisi yang lebih tinggi, pertumbuhan anak-anak, dan umumnya menjanjikan tahun yang lebih baik.

Menikmati kue keranjang selama periode tahun baru China juga dianggap sebagai keberuntungan.

6. Buah jeruk

Spring festival atau Tahun Baru Imlek di Cina juga ditandai dengan berakhirnya musim dingin.

Maka, momentum ini juga dirayakan dengan mengkonsumsi buah berwarna-warni terutama jeruk mandarin dan kumquat.

Buah ini melambangkan bola emas besar yang biasa disandingkan dengan pohon kumquat pada dekorasi Imlek di rumah, kantor atau area publik lainnya.

Sebagai harapan keberuntungan, jeruk (cheng) punya pengucapan yang sama dengan kata sukses (cheng).

Baca juga: 5 Fakta Seputar Barongsai yang Keluar Setiap Imlek

7. Kotak kebersamaan

Mungkin kamu sering melihat satu kotak atau wadah besar yang menyuguhkan permen atau makanan ringan lainnya.

Di tengah wadah tersebut biasanya terdapat biji buah melon yang diwarnai merah sebagai tanda keberuntungan.

Dalam Bahasa China disebut "gua zi" yang secara pelafalan sama dengan mengucapkan "nian sheng gui zi". Artinya, semoga kamu diberikan anak yang dilimpahi berkah.

Ada pula biji teratai atau "lian zi" yang pelafalannya juga sama seperti kata "anak laki-laki", serta akar teratai atau "lian ou" yang sama pengucapannya dengan "memiliki".

Jadi, pada dasarnya kotak tersebut adalah harapan untuk memiliki banyak anak yang diberkahi.

Masih banyak makanan keberuntungan khas Imlek lainnya. Tertarik mencoba?



Close Ads X