Latar Belakang di Balik Peringatan Hari Kanker Sedunia... - Kompas.com

Latar Belakang di Balik Peringatan Hari Kanker Sedunia...

Kompas.com - 04/02/2019, 17:27 WIB
Seorang warga mencukur habis rambutnya sebagai bentuk solidaritas terhadap penderita kanker di Aceh dalam rangka memperingati Hari Kanker Internasional di Banda Aceh.Kompas.com/Daspriani Y Zamzami Seorang warga mencukur habis rambutnya sebagai bentuk solidaritas terhadap penderita kanker di Aceh dalam rangka memperingati Hari Kanker Internasional di Banda Aceh.

KOMPAS.com - Setiap orang menginginkan kualitas hidup yang baik, kesehatan, dan umur yang panjang. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mencapai tujuan itu, baik melalui gaya hidup sehat maupun konsultasi ke dokter secara rutin.

Namun, kegelisahan terhadap ancaman penyakit tentu menghantui setiap orang. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan akan suatu penyakit menjadikan seseorang kurang mendalami informasi terkait suatu penyakit.

Akibatnya, ada segelintir orang menilai penyakit seperti kanker sebagai ancaman, namun jarang diperhatikan agar tak mengidap penyakit itu.

Oleh sebab itu, muncul inisiatif dari kelompok masyarakat untuk menerapkan edukasi mengenai kanker, serta untuk memberi semangat kepada penderita kanker untuk bangkit.

Salah satunya adalah menerapkan setiap 4 Februari sebagai Hari Kanker Sedunia.

Baca juga: 9 Mitos Populer Kanker, dari Deodoran hingga Makan Es Krim saat Haid

Meningkatkan kesadaran

Dilansir dari Britannica, peringatan tahunan yang diadakan tiap 4 Februari dilakukan untuk meningkatkan kesadaran global terhadap penyakit kanker.

Hari Kanker Sedunia kali pertama diinisiasi Union for International Cancer Control (UICC) untuk mendukung Deklarasi Kanker Dunia, yang dibuat pada 2008.

Tujuan dari UICC adalah untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit kanker. Berawal dari situ, kemudian ide tersebut dikaji Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pada pertemuan yang diadakan di Paris pada 4 Februari 2000, pemimpin lembaga pemerintah, organisasi kanker dunia, dan PBB menandatangani sebuah kesepakatan Piagam Paris untuk melawan Kanker.

Piagam tersebut merupakan dokumen yang berisi 10 artikel yang menguraikan komitmen global terkait kerja sama meningkatkan kualitas hidup pasien kanker. Kesepakatan ini juga untuk investasi berkelanjutan dalam kemajuan penelitian, pencegahan, dan pengobatan kanker.

Piagam itu juga mencantumkan tiap 4 Februari sebagai Hari Kanker Dunia dan diperingati setiap tahun.

Baca juga: Telat Diagnosis dan Biaya jadi Tantangan Utama Pengobatan Kanker

Kesadaran penting

Kesadaran kanker telah menjadi sangat penting di abad ke-21. Ada banyak kemajuan, pemahaman, dan pengobatan kanker yang berkembang untuk menurunkan penyakit ini.

Namun, jumlah kasus kanker terus meningkat dari tahun ke tahun. Ada sekitar 8,1 juta jiwa terkena kanker pada 1990, 10 juta jiwa pada 2000, meningkat menjadi 12,4 juta jiwa pada 2008, serta 14,1 juta jiwa pada 2012.

Jumlah kematian juga meningkat, menurut WHO setidaknya ada 5,2 juta orang pada 1990 menjadi 8,2 juta orang pada 2012.

Jika insiden kanker terus tumbuh pada tingkat yang dilaporkan, jumlah kematian di seluruh dunia akibat kanker akan meningkat menjadi lebih dari 13,1 juta pada tahun 2030.

Namun, dilansir dari who.int, 40 persen kematian akibat kanker dapat dicegah. Karena itu, banyak organisasi kanker dunia yang selalu memperingati pentingnya kesadaran akan penyakit ini setiap tahun.

Didukung WHO

International Union Against Cancer (UICC), sebuah organisasi yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran kanker global kemudian mengkoordinasikan Hari Kanker Sedunia dan didukung oleh WHO dan organisasi internasional lainnya.

Hari Kanker Sedunia biasanya juga disertai parade atau acara penggalangan dana lokal, seperti gala, konser, atau lelang.

Selain itu, beberapa negara menyiarkan siaran televisi khusus atau program radio tentang kanker selama seminggu saat Hari Kanker Dunia.

Karena lebih dari 70 persen kematian akibat kanker terjadi di negara-negara yang secara ekonomi kurang berkembang, Hari Kanker Sedunia dan Kampanye Kanker Dunia telah menjadi mekanisme penting untuk menarik perhatian pada pencegahan serta perawatan kanker di negara-negara berkembang.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X