Kompas.com - 06/02/2019, 10:33 WIB
Inem Jogja penebar kebaikan di sepanjang area Yogyakarta @erwanangka1Inem Jogja penebar kebaikan di sepanjang area Yogyakarta

Terinspirasi dari tarian

Made bukanlah wanita biasa. Ia adalah seorang sarjana Magister Pertunjukan Seni di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Wanita yang memiliki darah Bali ini juga sempat berprofesi sebagai dosen. Namun, ia memilih meninggalkan profesinya dan terjun langsung untuk membantu masyarakat.

"Saya senang sih jadi dosen. Tapi, pulang kerja jadi capek, terus nggak ada waktu untuk anak. Makanya saya memilih resign," ungkapnya kepada Kompas.com.

Baca juga: Kisah Wati dan Wida, Kartini Kembar dalam Dunia Pedalangan

Tak ingin waktu luangnya terbuang sia-sia, akhirnya Made berinisiatif untuk keliling jalanan kota Yogya sembari membantu mereka yang membutuhkan.

"Saya itu suka jalan-jalan tapi nggak mau cuma sekedar jalan-jalan. Terus saya mikir, jalan-jalan juga harus ada manfaatnya," tambahnya.

Made ingin menjadi manusia bermanfaat dan berguna dengan mengandalkan kemampuannya dalam berkesenian.

Sebuah tarian berjudul "Edan-edanan" telah mengispirasinya untuk menjadi sosok Inem.

"Saya terinspirasi dari Tari "Edan-Edanan" karena filosofinya sebagai tolak bala dari pengaruh negatif."

"Jadi, saya memposisikan Inem sebagai pelayan masyarakat Yogya yang mempunyai simbol mengusir hal negatif di kota Yogya," tambah wanita berambut panjang itu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.