Kompas.com - 06/02/2019, 10:33 WIB
Inem Jogja penebar kebaikan di sepanjang area Yogyakarta @erwanangka1Inem Jogja penebar kebaikan di sepanjang area Yogyakarta

Wujud terimakasih untuk Yogyakarta

Made memutuskan bersembunyi di balik sosok Inem Jogja untuk menutupi jati dirinya saat melakukan aksinya dan menarik perhatian masyarakat.

"Saat pakai kostum mencolok, masyarakat pasti tertarik agar orang banyak yang mengikuti kegiatan saya. Yah, imbasnya sering dianggap gila," ungkapnya.

Bagi Made, menjadi Inem bukan bermaksud untuk membuat viral atau sekadar mencari sensasi.

Ia hanya ingin berbagi kebaikan dan menjadi manusia bermanfaat untuk kota tempat tinggalnya, Yogyakarta.

Namun sejak peristiwa dirinya diusir oleh pihak kemanan di Malioboro, sosok Inem Jogja menjadi viral.

"Saya melakukan ini sejak Januari 2018. Terus waktu diusir sama keamanan itu jadi viral dan banyak ibu-ibu ketemu di jalan minta foto," ucap dia.

Bagi Made, menjadi Inem adalah wujud rasa terimakasihnya untuk Yogyakarta yang telah membuatnya mampu mencapai kesuksesan.

Baca juga: Kisah Tutut, Perempuan yang Menari 24 Jam Non Stop di Solo

Orangtua Made adalah perantau asal Bali yang saat itu belum memiliki pekerjaan di Yogyakarta. Akhirnya, mereka memutuskan untuk berjualan balon di alun-alun utara.

Made merasa bersyukur dirinya bisa bersekolah tinggi meski bukan berasal dari keluarga kaya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.