Takut Kena Serangan Jantung, Pria Ini Turunkan Berat Badan 94 Kg - Kompas.com

Takut Kena Serangan Jantung, Pria Ini Turunkan Berat Badan 94 Kg

Kompas.com - 07/02/2019, 08:24 WIB
Walt Howington sudah tahu sejak lama bahwa berat badannya berlebih. Sekitar 16 tahun lalu, --ketika masih berusia 24 tahun, pria ini pernah memiliki berat badan lebih dari 181 kilogram, dengan tinggi badan 188 centimeter (kiri).VIA YAHOO/cdn.ampproject.org Walt Howington sudah tahu sejak lama bahwa berat badannya berlebih. Sekitar 16 tahun lalu, --ketika masih berusia 24 tahun, pria ini pernah memiliki berat badan lebih dari 181 kilogram, dengan tinggi badan 188 centimeter (kiri).

KOMPAS.com - Walt Howington sudah tahu sejak lama bahwa berat badannya berlebih.

Sekitar 16 tahun lalu, --ketika masih berusia 24 tahun, pria ini pernah memiliki berat badan lebih dari 181 kilogram, dengan tinggi badan 188 centimeter.

Lalu, datang dua titik balik yang menyadarkan dia untuk mulai mengubah pola hidup, dan lalu mencoba menurunkan berat badan.

Pertama, ketika ia dan beberapa temannya memutuskan untuk pergi hiking. Rute yang dilaluinya sebetulnya tidak terlalu panjang, meskipun cukup menanjak.

Ketika ia kembali ke mobil, ia merasa rute tersebut membuatnya takut terkena serangan jantung. Ketakutan itu kemudian terus menghantuinya.

"Dalam beberapa tahun sebelum mulai memutuskan menurunkan berat badan, aku selalu sangat cemas dan diserang kepanikan."

"Meskipun, dokter terus meyakinkanku bahwa berdasarkan tes jantung, tidak ada masalah pada kesehatanku," ungkap Howington, yang kini berusia 40 tahun.

Baca juga: Rajin Olahraga tapi Berat Badan Sulit Turun? Mungkin Ini Sebabnya

Pengalaman itu diceritakan Howington melalui Wellness Wins, sebuah rangkaian cerita inspiratif yang dirangkum Yahoo.

Isinyamengenai orang-orang yang bisa menurunkan berat badannya dengan cara yang sehat.

Diceritakan, pada periode kepanikan tersebut, Howington bahkan mengonsumsi obat tekanan darah tinggi.

Suatu hari, salah seorang teman mengajaknya ke pusat kebugaran. Ia hanya menduga temannya itu mencoba bersikap baik dengannya yang saat itu masih sangat gemuk.

Namun, karena beberapa hal, dia memenuhi ajakan tersebut.

Howington mencoba recumbent bike (sepeda terapi) selama 30 menit dengan jarak tempuh sekitar 5,6 kilometer.

Keesokan harinya, dia tidak bisa berjalan, kakinya terasa berat dan sakit hingga ke panggul setiap mencoba bergerak.

Namun kemudian, kakinya perlahan membaik. Sejak saat itu ia merasa mulai ada perubahan dalam dirinya.

Baca juga: Apakah Sarapan Benar-Benar Membantu Menurunkan Berat Badan?

Dua hari kemudian, Howington kembali ke pusat kebugaran dan melakukan hal sama. Rasa sakit masih dirasakannya setelah olahraga, tapi kini ia bisa langsung berjalan.

Menjalani rutinitas tersebut selama tiga kali seminggu dalam sebulan, maka berat badannya turun 15 kilogram.

Angka tersebut membawa perubahan bagi dia untuk terus melanjutkan usaha penurunan berat badan.

Pada akhir tahun -di masa itu, ia sudah menurunkan total 54,4 kilogram.

Beberapa tahun berlalu, Howington sangat sering mengalami naik-turun berat badan. Paling sering berat badannya bertahan di angka 104-113 kilogram.

"Saat itu aku tahu cara menurunkan berat badan, tapi belum mempelajari bagaimana mengganti pola hidupku secara permanen, meskipun aku tahu masa itu pasti akan datang," kata dia.

Sejak saat itu, dia mulai menghitung banyak hal terkait tubuhnya dari segi ilmiah.

Baca juga: Turunkan Berat Badan dengan Diet 5:2, Mau Coba?

Mulai dari kalori, waktu yang dihabiskan untuk berolahraga, berat badan, hingga berat badan fluktuatif antara pagi dan malam hari.

Selanjutnya, Howington tiba pada titik di mana ia bahkan bisa memprediksi berat air yang mungkin berkurang selama ia tidur.

Bagi Howington, segalanya adalah tentang data.

Ia merasa proses itu membuatnya terus maju. Ketika mengalami kemunduran, ia kembali ke data tersebut dan kembali bisa mengontrol pola hidupnya.

Dulu ia berhasil menurunkan 54,4 kilogram hanya dengan olahraga dan pola makan rendah lemak.

Setelahnya, ia mencoba diet keto ketat selama tiga tahun hingga berat badannya turun lagi sekitar 20 kilogram.

Tak hanya turun, ia berhasil menjaga berat badan tersebut.

Pada dua tahun terakhir, dia berubah pola makan menjadi menghitung asupan kalori dan makronutrien. Pola ini dianggap yang terbaik.

" Diet terbaik adalah diet yang bisa kamu pertahankan selama beberapa tahun, tidak hanya untuk menurunkan berat badan saja," tutur dia.

Baca juga: Cara Tepat Turunkan Berat Badan Tanpa Kehilangan Massa Otot

Perbedaan terbesar adalah ia memiliki banyak energi, dan melakukan lebih banyak aktivitas fisik untuk kebahagiaan.

"Aktivitas yang 10 tahun lalu, saat berumur 30 tahun, aku lakukan dengan berat dan nafas tersengal-sengal, kini aku lakukan dengan enjoy di usia 40 tahun," kata dia. 

Kulit kendur

Namun, ada satu aspek negatif yang dialaminya setelah turun berat badan, yakni kulit-kulit yang longgar.

Meski sudah berhasil menurunkan berat badan lebih dari 90 kilogram, ia masih belum nyaman membuka bajunya, ketika pergi ke pantai.

Olahraga mungkin menyakitkan, namun operasi penghilangan kulit, -bagi dia, benar-benar menyakitkan.

Pada 2017, Howington menjalani abdominoplasti, dan pada November 2018 ia menjalani belt lipectomy sebagai prosedur penghilangan lemak.

Baca juga: Pahamilah Kunci Sukses Turunkan Berat Badan

Menjaga berat badan

Selanjutnya, demi menjaga berat badannya, Howington menyiapkan makanannya sendiri. Ia makan ayam dan nasi atau ayam dan kentang untuk makan siang dan malam.

Ia juga punya belasan pola makan dengan total 500 kalori.

Howington juga rutin berolahraga enam kali seminggu, bahkan ketika sakit ia tetap pergi ke pusat kebugaran.

Meski punya jadwal olahraga tetap, sesekali ia pergi olahraga bersama teman-temannya dengan jadwal yang disesuaikan bersama.

"Konsisten penting, namun tak perlu terlalu kaku terhadap pendekatanmu dengan teman dan keluarga," tutur dia.

Baca juga: 7 Ancaman yang Mengintai Jika Tak Segera Turunkan Berat Badan

Makanan adalah godaan terbesar baginya, namun fokus pada pembatasan makan menjadi hal penting.

Bergaul adalah hal menyenangkan, namun ia selalu menjaganya agar tidak berlebihan. Terutama jika menyangkut soal makanan.

"Satu makanan saja tidak akan mengacaukan pola makanku, tapi satu makanan yang terus menerus dikonsumsi sepanjang hari bisa merusakku."

"Dan hal itu akan terjadi lagi dan lagi, jika dibiarkan," kata dia.

"Orang mungkin berpikir aku kuno dan membosankan, tapi tubuh ini adalah tubuhku. Aku hanya punya satu dan akan aku rawat dengan baik," tegasnya.


Terkini Lainnya


Close Ads X