Pierre Davis Desainer Transgender Pertama di New York Fashion Week

Kompas.com - 07/02/2019, 15:22 WIB
Pierre Davis, desainer transgender pertama di New York Fashion Week Pierre Davis, desainer transgender pertama di New York Fashion Week

KOMPAS.com - Pierre Davis menjadi desainer transgender pertama yang turut serta dalam ajang New York Fashion Week.

Davis adalah pemilik label "NO SESSO" yang dalam bahasa Indonesia bermakna "tanpa jenis kelamin".

Label yang didirikannya sejak tahun 2015 itu sudah memiliki banyak penggemar di Los Angeles, tempat desainer ini tinggal.

Label yang mengusung busana Unisex ini telah merilis beberapa koleksi yang juga disukai oleh selebriti, seperti Erykah Badu dan Kelela.

Bulan lalu, Dewan Perancang Mode Amerika (CFDA), mengumumkan pekan mode bergengsi ini akan diikuti oleh 500 desainer sebagai wujud keberagaman.

Baca juga: Angela Ponce, Transgender Pertama dalam Sejarah Miss Universe

Keikutsertaan pemilik label "NO SESSO" ini dinilai akan mencetak sejarah baru di New York Fashion Week.

"Semua orang dengan berbagai identitas wajib diberi kesempatan untuk berjuang, terlepas dari apapun latar belakang mereka," ucapnya.

Menurutnya, dunia saat ini seolah menutup mata akan keberagaman, apalagi di dunia mode.

Davis mengaku, momen ini adalah langkah positif untuk representasi transgender di industri fesyen. Dia berharap orang-orang akan mengenali karyanya karena kualitas.

Baca juga: Desainer Muda Indonesia Unjuk Gigi di Harbin Fashion Week, China

Untuk penampilan perdananya di New York, Davis memamerkan koleksi yang terinspirasi oleh wanita karir modern.

Ia akan menampilkan segala sesuatu mulai dari setelan hingga tas kerja dan pakaian olahraga.

New York Fashion Week juga menampilkan model dari berbagai latar belakang, termasuk gitaris Steve Lacy, artis dan penyanyi Boychild, serta penyanyi sekaligus model Marz Lovejoy.



Close Ads X