Kompas.com - 08/02/2019, 09:52 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Laporan Lancet menyertakan sejumlah studi, termasuk sebuah studi yang dilakukan di Cina bahwa konsumsi daging berkorelasi dengan kesehatan yang lebih baik.

Peneliti studi mengacu pada Afrika, di mana protein dan lemak sehat adalah hal yang langka dan anak-anak akan lebih sehat jika lebih mudah mendapatkan akses daging dan produk susu.

Tetapi, saat ini ada ketimpangan yang cukup besar. Itulah mengapa ilmu kemudian berbaur bersama etika dan politik. Tapi, apakah hanya orang sosial atas yang boleh sehat? Haruskah orang-orang pada satu negara diperbolehkan makan dengan cara yang mampu menyumbang polusi global? Berapa banyak bukti yang cukup untuk mengajak semua orang beralih ke pola makan yang sama?

Lebih lanjut, para ilmuwan juga memulai analisa efek pola makan terhadap otak dan mereka khawatir kita membahayakan diri sendiri karena terlalu banyak konsumsi omega 6. Omega 6 terkandung dalam minyak goreng murah, seperti jagung dan kedelai, serta daging binatang ternak yang diberi makan jagung atau kedelai.

Seorang ahli neurosains nutrisi Joseph Hibbeln melihat peningkatan pola konsumsi omega 6 saat ini sebagai transformasi yang terbesar sepanjang sejarah Homo sapiens.

Secara kimia, omega 6 menambah kemampuan tubuh untuk membangun omega 3. Sejumlah studi mengaitkan kekurangan asupan omega 3 dengan kekerasan, bunuh diri, depresi, dan obesitas.

Beberapa ilmuwan mengkhawatirkan, perubahan konsumsi omega 3 ke omega 6 akan berdampak pada pembentukan otak anak di seluruh dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mungkin akan terlihat tidak pantas bagi siapapun untuk mengklaim pola makan yang terbaik. Sebab apa yang baik untuk masyarakat Amerika Serikat, misalnya, belum tentu baik bagi pembentukan otak anak di Afrika. Begitu pula bagi negara-negara lainnya.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.