Pemuda Marah hingga Rusak Motor, Mengapa Emosi Bisa Berujung Destruktif?

Kompas.com - 08/02/2019, 11:32 WIB
Ilustrasi emosi dan marah KristinaJovanovicIlustrasi emosi dan marah

"Dia mau menyakiti polisi enggak berani, jadi motornya dirusak," ujar Koentjoro.

Menurut Koentjoro, orang yang tengah "kalap" ini berawal dari emosi yang sederhana hingga meningkat menjadi emosi yang tidak terbendung lagi.

"Orang yang kalap biasanya ada eskalasi kemarahan, dari tingkatan simpel menjadi tingkatan kalap," ujar Koentjoro.

Baca juga: Begini Kondisi Sepeda Motor yang Dirusak Pengendaranya karena Tak Terima Ditilang

"Makanya dalam agama Islam, kalau orang sedang marah disuruh duduk, jika masih marah suruh tiduran, jika masih marah, mintalah ia untuk berwudhu (menyucikan diri dengan air)," kata dia.

Koentjoro kemudian teringat pada kasus Ryan Jombang yang juga meluapkan emosi hingga merugikan beberapa pihak.

Dalam kasus itu, pria bernama Very Idham Henyansyah membunuh 11 korban. Bahkan, ada korban yang ditemukan dalam keadaan dimutilasi.

"Kasus ini kalau kebablasan bisa tidak menguntungkan orang tersebut. Saya jadi ingat kasus Ryan Jombang. Ryan itu berkembang dari hal semacam ini," ujar Koentjoro.

Dalam hal ini, emosi Ryan menjadi tak terkendali karena perasaan cemburu.

Baca juga: Mengapa Kita Bisa Gampang Marah Saat Lapar?

Tak kondusif

Seorang psikolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Hening Widyastuti mengungkapkan bahwa emosi ini dapat timbul jika pelaku tidak mendapatkan ketenangan jiwa.

Kondisi ini diduga berasal dari urusan keluarga atau kondisi lingkungan yang tidak kondusif.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X