Memahami 6 Efek Diet Mediterania bagi Pencernaan

Kompas.com - 09/02/2019, 19:17 WIB
Sayuran segar, zaitun, dan ikan adalah bagian dari diet Mediterania yang dapat membantu orang tetap kuat sampai tua. Sayuran segar, zaitun, dan ikan adalah bagian dari diet Mediterania yang dapat membantu orang tetap kuat sampai tua.

5. Menjaga usus tetap sehat

Usus kita diisi oleh 300-500 spesies bakteri baik yang membantu sistem pencernaan kita berjalan secara optimal.

Bakteri baik ini memberikan dampak besar terhadap kesejahteraan kita.

Makan dengan pola mediterania bisa membantu bakteri-bakteri tersebut terus dalam keadaan sehat.

Baca juga: Diet Mediterania Juga Mampu Mengusir Depresi, Benarkah?

Anna Rosales, RD menyebutkan, makanan yang dikonsumsi pada pola mediterania di antaranya kelompok makanan tinggi serat.

Di sana ada biji-bijian utuh, buah-buahan, sayur-sayuran, legume, dan kacang-kacangan.

"Makanan kaya serat akan memberikan 'makanan' bagi bakteri baik tersebut, sehingga kesehatan usus terjaga," kata Rosales.

Mengonsumsi makanan terfermentasi seperti acar atau yogurt juga bisa menjaga kesehatan bakteri baik.

6. Makan sayuran mentah berpotensi menimbulkan iritasi perut

Diet mediterania banyak menyertakan buah dan sayuran. Meski terdengar sangat sehat, sayur-sayuran mentah juga berpotensi menimbulkan iritasi perut pada sebagian orang.

"Sayuran mentah tidak diperuntukkan bagi semua orang."

Baca juga: Tak Hanya Menurunkan Berat Badan, Ini Manfaat Lain Diet Mediterania...

"Sayur memang sangat baik, namun bagi beberapa orang, sayuran mentah bisa mengiritasi sistem mereka dan menyebabkan keram perut," kata Merhbi.

Jika perutmu terasa perih ketika mengonsunsi sayur-sayuran mentah, pastikan kamu mengonsumsinya matang di lain waktu.

Kukus adalah cara mudah untuk melunakkan sayur-sayuran tanpa menghilangkan rasa dan nutrisinya.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X