Memahami 6 Efek Diet Mediterania bagi Pencernaan

Kompas.com - 09/02/2019, 19:17 WIB
Sayuran segar, zaitun, dan ikan adalah bagian dari diet Mediterania yang dapat membantu orang tetap kuat sampai tua. Sayuran segar, zaitun, dan ikan adalah bagian dari diet Mediterania yang dapat membantu orang tetap kuat sampai tua.

KOMPAS.com - Usus seringkali dianggap sebagai "otak" kedua. Usus memiliki 100 juta neuron, lebih banyak daripada sumsum tulang belakang atau sistem syaraf tepi.

Apa yang kita rasakan sangat tergantung dengan sistem pencernaan kita. Jadi, amat penting untuk memerhatikan kesehatan usus.

Diet mediterania diklaim sebagai diet yang paling sehat karena menekankan makanan alami dan non-olahan.

Seperti buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian utuh, kacang, biji-bijian, dan lemak sehat dari olive oil non-olahan serta minyak ikan.

Baca juga: 11 Makanan yang Harus Dikonsumsi Saat Jalani Diet Mediterania

Diklaim sebagai pola makan sehat, bagaimana dampak dari diet mediterania terhadap usus?

1. Melancarkan pencernaan

Pola makan mediterania menuntut pelakunya untuk makan banyak sumber nabati, seperti kacang-kacangan dan legume, ketimbang daging merah.

Ahli gizi klinik Dina Merhbi mengatakan, daging merah memang kaya zat besi dan protein, namun sulit dicerna.

"Jadi, pilihlah sumber protein yang lebih mudah dicerna, seperti ikan dan legume, yang bisa melancarkan pencernaan serta membuatmu terhindar dari kembung setelah makan," kata Merhbi.

2. Mengatasi sembelit

Jika kamu punya masalah konstipasi, menjalankan diet mediterania bisa menjadi solusi.

"Asupan sayur dalam jumlah banyak akan meningkatkan sistem pencernaan."

"Karena merupakan sumber serat yang baik, makanan pada diet mediterania bisa membantu memenuhi kebutuhan serat harian yang akan berdampak pada pencernaam dan konstipasi.

Untuk memulai makan serat, cobalah memenuhi mangkuk makanmu dengan sereal, dan beberapa potong apel, serta buah-buahan beku.

Baca juga: Diet Mediterania Diprediksi Jadi Diet Terbaik 2019, Apa Alasannya?

3. Menurunkan peradangan usus

Asupan minyak nabati seperti minyak zaitun baik bagi saluran pencernaan yang mengalami iritasi.

"Lemak sehat terbukti mampu melindungi saluran pencernaan dan menurunkan peradangan internal yang terkait dengan sindrom iritasi usus dan asam lambung," kata Merhbi.

Untuk merasakan manfaat kesehatan dari lemak sehat, Merhbi merekomendasikan konsumsi minyak zaitun dan menghindari minyak nabati olahan.

Jadikan minyak zaitun sebagai salad dressing jika ingin mengonsumsinya secara praktis.

4. Makan bersama orang lain mampu meningkatkan pencernaan

Pola makan mediterania tidak hanya bicara soal makanan di piringmu, tapi tentang budaya yang menyertainya.

Bagian kunci dari pola mediterania adalah sesi makan sebagai bagian dari situasi sosial.

Baca juga: Manakah yang Paling Sehat: Diet Keto, Mediterania, atau Vegan?

Gastroenterolog tersertifikasi Dr. Samantha Nazareth menjelaskan, pencernaan adalah bagian dari sistem syaraf parasimpatik yang juga disebut "istirahat dan mencerna".

"Ketika kita sedang dalam keadaan istirahat, mencium, dan merasakan makanan, artinya kita mempersilakan tubuh kita untuk menyerap dan mencerna makanan secara optimal," kata dia.

Menjalankan pola mediterania adalah tentang bagaimana kita menikmati makanan bersama orang lain. Kondisi ini akan membantu tubuh rileks dan melancarkan pencernaan.

5. Menjaga usus tetap sehat

Usus kita diisi oleh 300-500 spesies bakteri baik yang membantu sistem pencernaan kita berjalan secara optimal.

Bakteri baik ini memberikan dampak besar terhadap kesejahteraan kita.

Makan dengan pola mediterania bisa membantu bakteri-bakteri tersebut terus dalam keadaan sehat.

Baca juga: Diet Mediterania Juga Mampu Mengusir Depresi, Benarkah?

Anna Rosales, RD menyebutkan, makanan yang dikonsumsi pada pola mediterania di antaranya kelompok makanan tinggi serat.

Di sana ada biji-bijian utuh, buah-buahan, sayur-sayuran, legume, dan kacang-kacangan.

"Makanan kaya serat akan memberikan 'makanan' bagi bakteri baik tersebut, sehingga kesehatan usus terjaga," kata Rosales.

Mengonsumsi makanan terfermentasi seperti acar atau yogurt juga bisa menjaga kesehatan bakteri baik.

6. Makan sayuran mentah berpotensi menimbulkan iritasi perut

Diet mediterania banyak menyertakan buah dan sayuran. Meski terdengar sangat sehat, sayur-sayuran mentah juga berpotensi menimbulkan iritasi perut pada sebagian orang.

"Sayuran mentah tidak diperuntukkan bagi semua orang."

Baca juga: Tak Hanya Menurunkan Berat Badan, Ini Manfaat Lain Diet Mediterania...

"Sayur memang sangat baik, namun bagi beberapa orang, sayuran mentah bisa mengiritasi sistem mereka dan menyebabkan keram perut," kata Merhbi.

Jika perutmu terasa perih ketika mengonsunsi sayur-sayuran mentah, pastikan kamu mengonsumsinya matang di lain waktu.

Kukus adalah cara mudah untuk melunakkan sayur-sayuran tanpa menghilangkan rasa dan nutrisinya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X