Berlari untuk Tingkatkan Kesadaran tentang Kanker

Kompas.com - 10/02/2019, 13:22 WIB
Run for Hope, ajang lari marathon sejauh 5 kilometer yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat soal penyakit kanker serta memberikan dukungan kepada para pasien kanker yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (10/02/2019)KOMPAS.com/ANISSA DEA WIDIARINI Run for Hope, ajang lari marathon sejauh 5 kilometer yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat soal penyakit kanker serta memberikan dukungan kepada para pasien kanker yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (10/02/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com – Matahari belum bersinar terik kala lagu Indonesia Raya sayup-sayup terdengar dari kejauhan. Alunan lagu kebangsaan Indonesia tersebut berasal dari orang-orang yang berkumpul di kawasan Plaza Semanggi, Jakarta, Minggu (10/02/2019).

Mereka mengenakan pakaian olahraga berwarna biru, lengkap dengan sepatu lari. Ternyata mereka tengah bersiap untuk lari marathon sejauh 5 kilometer di kawasan Car Free Day Jakarta.

Tepat pukul 06.20 pagi suara terompet yang nyaring menandakan dimulainya marathon tersebut. Pelari yang berjumlah sekitar 2.000 orang itu tumpah ruah memenuhi jalan di sekitar kawasan Semanggi. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga ikut berlari. Begitu pula para dokter, perawat, pasien kanker, dan para penyintas kanker.

Rupanya, rombongan pelari tersebut merupakan peserta acara marathon bertajuk “Run for Hope” yang diselenggarakan oleh MRCCC Siloam Hospitals. Acara ini digelar untuk memperingati hari kanker sedunia yang diperingati setiap 4 Februari.

Berdonasi untuk pasien kanker

Tak hanya marathon, para pelari yang ikut sekaligus berdonasi melalui uang pendaftaran. Seluruh donasi yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung upaya pencegahan kanker di Indonesia melalui yayasan atau lembaga kanker yang menjadi rekanan MRCCC Siloam Hospitals.

Deputy Vice Director Siloam Hospitals Group Caroline Riady menjelaskan, kegiatan “Run for Hope” ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta meningkatkan pengetahuan masyarakat soal penyakit kanker.

“Kita mengetahui bahwa prevalensi penyakit kanker ini semakin lama semakin tinggi. Akan tetapi, masih banyak orang yang tidak tahu bahwa penyakit kanker bisa dilakukan deteksi dini yang harus dilakukan justru sebelum ada gejala atau pada saat orang merasa sehat,” ucap Caroline kepada Kompas.com.

Sebab, ia melanjutkan, masih banyak orang sehat yang kurang peduli akan pentingnya deteksi kanker sejak dini. Padahal, saat sehat tersebut merupakan waktu yang tepat untuk melakukan deteksi dini kanker.

Selain meningkatkan kesadaran masyarakat awam, acara marathon ini juga diselenggarakan untuk memberikan dukungan kepada para pasien kanker. Tidak hanya dukungan dari fasilitas pengobatan yang lengkap, tapi juga dukungan emosi pada masa-masa sulit.

“Kami dari pihak rumah sakit tahu bahwa perjalanan untuk menjalani terapi dan lain sebagainya merupakan perjalanan yang sangat sulit. Perjalanan yang sering kali orang merasa sendiri atau kesulitan, baik dari segi biaya maupun segi emosional,” ujar dia.

Acara ini pun disambut baik oleh berbagai pihak. Salah satunya, Sekretaris Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Eni Gustina.

Dia mengatakan, peran dari berbagai pihak dalam meningkatkan kesadaran tentang penyakit kanker sangat dibutuhkan, termasuk peranan dari lintas kementerian, pemerintah daerah, hingga rumah sakit.

“Kami menyambut baik aktivitas seperti ini karena sekaligus menggalakan kesadaran masyarakat, agar masyarakat sadar terhadap kanker. Sekaligus membangun kebiasaan melakukan aktivitas fisik dan olahraga,” ucap Eni.

Tanggapan poisitif juga datang dari Ani, salah satu peserta marathon. Perempuan asal Jakarta ini datang bersama teman-temannya. Menurut dia, acara seperti ini dapat membantu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kanker.

“Harapannya, orang-orang semakin sadar dan mau memberikan perhatian hingga bantuan bagi penderita kanker karena perawatan ini kan biaya membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” kata Ani.

 

 



Terkini Lainnya


Close Ads X