6 Jenis Infeksi yang Bisa Terjadi di Gym - Kompas.com

6 Jenis Infeksi yang Bisa Terjadi di Gym

Kompas.com - 11/02/2019, 14:15 WIB
Latihan hanging leg raises.Shutterstock Latihan hanging leg raises.

KOMPAS.com - Meski pun gym merupakan tempat untuk membuat tubuh lebih sehat, tetapi sebenarnya ada banyak potensi penularan kuman di sana.

Apa sajakah infeksi yang umum terjadi di gym?

1. Folikulitis

Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut di tubuh yang bisa disebabkan oleh munculnya keringat dan ruam panas (heat rash), bakteri, serta jamur.

Dermatolog dari SoHo Skin & Laser Dermatology, PC, Ross Radusky, MD menjelaskan, dalam kasus heat rash, tekanan dari pakaian bisa menutup folikel rambut.

Bakteri dan jamur folikulitis bisa tersebar lewat handuk yang digunakan bersama atau spons mandi.

Folikulitis seringkali ditandai dengan munculnya gejala seperti benjolan lunak di sekitar folikel rambut. Benjolan tersebut bisa bernanah maupun tidak.

Cara mengatasinya, gunakanlah pakaian dengan bahan menyerap lembap, mandi dan pastikan mengeringkannya dengan baik.

"Sabun antibakterial bisa membantu meminimalisasi bahaya bakteri pada kulit," kata Radusky.

Baca juga: 7 Bagian Kamar Hotel yang Berisiko Tularkan Kuman dan Bakteri

2. Jock itch

Jock itch atau yang juga dikenal dengan istilah tinea cruris adalah infeksi jamur pada bagian selangkangan.

Terlepas dari namanya, infeksi ini juga bisa terjadi pada perempuan (seringkali pada garis di bawah tali bra). Meskipun infeksi ini memang lebih sering terjadi pada laki-laki karena adanya pergesekan serta kelembapan.

Gejala awalnya adalah gatal, kemudian akan muncul ruam merah disertai pengelupasan kulit, biasanya pada bagian ujung-ujung ruam.

Cara mengatasinya, mulailah dengan bedak zinc oxide kering yang bisa menurunkan kelembapan. Carilah produk yang mengandung anti-jamur.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Kulit yang Mengelupas akibat Terbakar Sinar Matahari

Segeralah mandi setelah berolahraga dan gunakan pakaian dalam yang menyerap kelembapan.

Jika bedak tabur zinc oxide tersebut tidak membantu, kamu bisa menambahkan obat apotek, seperti clotrimazole 1% atau krim Tolnaftate 1%.

Aplikasikan krim tersebut secara tipis kemudian tambahkan bedak. Jika tidak membaik dalam beberapa minggu atau jika ruam merahnya justru menyebar dan disertai sakit karena kulit mengelupas, pergilah berkonsultasi dengan dokter.

Ilustrasi ruangan gym di pagi hariNithidPhoto Ilustrasi ruangan gym di pagi hari

3. Kutu air

Kutu air atau athlete's foot adalah infeksi jamur yang disebabkan kontak antar-kulit, lantai gym yang basah hingga kolam renang.

Gejala umumnya adalah gatal yang disertai ruam merah. Umumnya terjadi pada bagian pinggir kaki antara jempol kaki dan area yang rentan terkena kutu air.

Kutu air bisa diatasi dengan krim atau obat anti-jamur. Sementara beberapa ruam mungkin memerlukan terapi anti-jamur dengan resep.

Pencegahan adalah langkah terbaik. Usahakan menggunakan sepatu atau sandal ketika berada di gym.

Radusky mengatakan, hal itu penting untuk menjaga kaki tidak terkontak langsung dengan lantai.

Penting pula untuk menjaga kaki tetap kering. Terutama jika kamu adalah orang yang mudah berkeringat. Mengelap kaki dengan bedak anti-jamur sebelum dan sesudah olahraga bisa meminimalisasi kemungkinan terkena kutu air.

Baca juga: Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap dan Cara Mengusirnya

4. Staphylococcus aureus

Seorang ahli penyakit dalam dan instruktur klinik ilmu kedokteran di Mount Sinai Hospital, Shanna Levine, MD mengatakan, bakteri S. aureus secara alami muncul pada kulit dan saluran pernafasan (hidung, mulut, tenggorakan, dan paru-paru).

Apabila bakteri tersebut masuk ke tubuh, ada beberapa gejala yang mungkin dirasakan. Di antaranya abses, impetigo, folikulitis, dan biaa berupa benjolan kecil yang hangat dan lunak, atau folikel rambut yang tersumbat.

"Hal ini juga bisa menyebabkan demam, kelelahan dan meriang," kata Levine.

Untuk mengatasinya, kamu mungkin membutuhkan sesuatu yang bisa mengeringkan jika terjadi abses dan antibiotik oral.

"Jerawat yang mengelilingi folikel rambut bisa diobati di rumah. Namun, gejala kulit memerah lainnya bisa jadi tidak hanya terbatas pada masalah folikel rambut sehingga harus ditangani oleh dokter," ujarnya.

Pastikan kamu membersihkan peralatan apapun yang dibawa ke gym dengan cairan steril, seperti alkohol.

Baca juga: 7 Hal yang Harus Dihindari Saat Olahraga di Gym

5. Streptococcus pyogenes

Hampir semua kasus masalah kulit dan infeksi jaringan lunak disebabkan oleh bakteri ini.

Namun, bakteri S. pyogenes adalah penyebab selulitis, kulit infeksi yang terasa sakit dan biasa disebabkan karena adanya bagian kulit yang terbuka.

Beberapa gejalanya antara lain bengkak, bagian tubuh menghangat, kulit menggembung, sakit, dan demam yang mudah menjalar.

Kondisi awal kulit sama seperti jock itch atau ringworm yang membuat tubuh lemas. Begitu pula dengan sirkulasi udara yang buruk, riwayat infeksi, atau penyakit autoimun.

"Sirkulasi udara yang buruk membuat proses penyembuhan luka lebih lama," ujar Levine.

ilustrasi sepatu olahragashutterstock ilustrasi sepatu olahraga

6. Jamur kuku kaki

Penyebab jamur kuku kaki paling umum adalah distal subungual onychomycosis, tipe jamur sama yang menyebabkan kutu air.

Seperti kutu air, infeksi ini biasa terjadi karena kontak dengan lantai kamar ganti dan permukaan basah di sekitar kolam renang.

Gejalanya, kamu akan menyadari perubahan tekstur kuku kaki. Kuku kakimu mungkin akan menebal dan berubah warna menjadi kekuningan serta bertekstur rapuh.

Untuk mengatasinya, gunakan bedak anti-jamur. Kamu juga mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.



Close Ads X