12 Februari 1947, Christian Dior Membuat Paris Dilirik Jadi Kiblat Fesyen - Kompas.com

12 Februari 1947, Christian Dior Membuat Paris Dilirik Jadi Kiblat Fesyen

Kompas.com - 12/02/2019, 12:21 WIB
Christian Dior (tengah) bersama dua model yang mengenakan busana rancangannya pada 24 April 1950. (AFP/Pigiste) Christian Dior (tengah) bersama dua model yang mengenakan busana rancangannya pada 24 April 1950. (AFP/Pigiste)

KOMPAS.com - Dunia fesyen memang dinamis, selalu berkembang dari waktu ke waktu. Perubahan selalu terjadi, mengikuti keinginan pasar dan kebutuhan tren masyarakat.

Hari ini 72 tahun yang lalu, tepatnya pada 12 Februari 1947, sebuah pergelaran koleksi fesyen bertajuk "New Look" diperlihatkan kepada publik di Paris, Perancis.

Acara itu menampilkan beberapa koleksi terbaik dari perancang busana asal Perancis.

Dilansir dari Deutsche Welle, sosok di balik pergelaran ini adalah Christian Dior. Dia mempersembahkan karya busananya dengan fitur andalan yang menonjol pada desain bahu bundar dan pinggang yang ramping.

Desain itu merupakan karya paling terkenal pada akhir 1940-an dan awal 1950-an.

New Look menjadi sangat populer dan mampu memengaruhi perancang busana lain hingga 1950-an. 

Setelah itu, Dior mendapatkan sejumlah klien terkemuka dari Hollywood di Amerika Serikat dan berbagai negara Eropa. Bahkan, New Look menjadikan Perancis sebagai kiblat fesyen dunia.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Christian Dior, Perancang Busana Mewah Legendaris

Keluarga berkecukupan

Christian Dior lahir dan dibesarkan di Normandia, Perancis. Masa kanak-kanaknya sangat beruntung karena berada dalam keluarga yang berkecukupan.

Keluarganya berharap dia menjadi diplomat, namun dia malah berfokus pada seni. Dia juga mempunyai galeri seni yang sengaja dibuatkan oleh ayahnya.

Selain itu, Dior mulai menjual sketsa fesyen ke sejumlah orang pada 1935. Karier fesyennya mulai terlihat saat itu.

Sejak 1937, Dior bekerja untuk perancang busana Robert Piguet, yang memberinya kesempatan untuk mendesain tiga koleksi Piguet.

Memasuki masa perang, Dior ikut dinas militer. Setelah perang usai, Dior meninggalkan tentara dan bergabung dengan rumah mode sebagai desainernya.

Baca juga: Butik Pop-up Dior Pertama di Jakarta

Mengukir sejarah

Salah satu model rancangan Diordw Salah satu model rancangan Dior

Tanggal 12 Februari 1947 menjadi hari penting dalam sejarah mode saat Christian Dior menggelar perhelatan fesyen bergengsi.

Istilah "New Look" dicetuskan oleh Caemel Snow, pemimpin redaksi majalah Harper's Bazaar saat itu.

Para perempuan mendambakan kebebasan, gaya baru yang menyenangkan, karena dunia fesyen pada masa perang begitu kaku dan menjemukan. Pertunjukan perdana Dior mampu membuat kagum publik dan menyegarkan dunia fesyen.

Setiap koleksi Dior memiliki tema dan kebanyakan motifnya seperti angka delapan. Hal itu terlihat dari bahu menonjol dan pinggang yang kecil. Selain itu, ada juga inspirasi dari bentuk jam pasir.

Sekitar 90 model koleksi ditanpilkan selama pergelaran New Look.

New Look disambut di Eropa Barat sebagai acara yang menyegarkan dan mulai dilirik oleh banyak kalangan. Sementara itu, ada beberapa pihak yang menyatakan bahwa New Look boros dalam bahan yang digunakan. 

Namun, hal yang dilakukan oleh Dior mampu menjadi inspirasi desainer-desainer kenamaan dunia. Model yang dibuat juga banyak digunakan untuk pesta pernikahan dan acara formal kenegaraan yang khas dengan pinggang yang kecil.

Kini perusahaan milik Dior telah ada di beberapa negara dengan menghadirkan aneka macam fesyen terbaiknya, termasuk produk parfumnya sendiri.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X