3 Kunci Menjalin Hubungan dengan Pasangan yang Usianya Terpaut Jauh - Kompas.com

3 Kunci Menjalin Hubungan dengan Pasangan yang Usianya Terpaut Jauh

Kompas.com - 12/02/2019, 12:34 WIB
Komposer David Foster dan Katharine McPhee menghadiri Costume Institute Gala atau yang biasa disebut Met Gala di The Metropolitan Museum of Art, New York City, pada 7 Mei 2018. Theo Wargo/Getty Images for Huffington Post/AFP Komposer David Foster dan Katharine McPhee menghadiri Costume Institute Gala atau yang biasa disebut Met Gala di The Metropolitan Museum of Art, New York City, pada 7 Mei 2018.


KOMPAS.com — Menikah dengan beda usia terpaut jauh sering dianggap tidak ideal. Alasannya, pasangan itu akan menyimpan masalah di kemudian hari karena banyaknya perbedaan cara pandang.

Namun, rupanya kondisi menikah dengan beda usia jauh makin sering ditemui. Contohnya aktor Perancis, Vincent Cassel, yang menikahi model Italia, Tina Kunakey, padahal usia mereka terpaut 31 tahun.

Lalu baru-baru ini penyanyi David Foster yang berusia 69 tahun berencana menikah dengan Katharine McPhee yang berusia 34 tahun, alias terpaut 35 tahun.

Benarkah perbedaan usia itu akan menjadi masalah? Bagaimana membuat pernikahan dengan usia yang terpaut jauh tetap menyenangkan?

Ternyata, kesenjangan usia tidak selalu menjadi hambatan untuk menjalin cinta. Nah agar hubungan tetap mesra, ada beberapa tips yang bisa diikuti jika pasangan beda usia cukup jauh denganmu.

1. Bersikap dewasa dan hadapi dengan sabar

Menjalani hubungan asmara dengan pasangan beda usia itu butuh kerja sama dan kedewasaan dari kedua belah pihak. Dewasa di sini bukan berarti berpatokan pada siapa yang usianya lebih tua dan siapa yang lebih muda.

Kedewasaan adalah kemampuan untuk merespons situasi dan kondisi tertentu dengan cara yang tepat. Kedewasaan juga mencakup kemampuan untuk mengetahui bagaimana seharusnya kita bertindak di satu situasi tertentu, dan kapan waktu yang tepat untuk bertindak sesuai dengan keadaan.

Jadi, belum tentu seseorang yang lebih tua daripada kamu akan lebih dewasa dalam bersikap. Bisa jadi malah sebaliknya. Jika kamu merasa pasangan cenderung bersikap kekanakan, kamulah yang harus menghadapinya secara dewasa. Jangan malah meledak marah yang tidak jelas juntrungannya.

Selain itu, jangan selalu mengandalkan pasangan untuk memahami. Kamu juga perlu mendengarkan sungguh-sungguh ketika pasangan sedang berkeluh kesah dan membuka dirinya. Ia mungkin sedang berada dalam masa paling rapuhnya dengan mencoba jujur tanpa malu-malu, jadi dengarkanlah dirinya dan tawarkan solusi jika diminta.

Berpacaran dengan seseorang yang lebih tua atau lebih muda memungkinkan kamu mendengar kisah-kisah, referensi budaya, dan wawasan mereka yang mungkin tidak pernah kamu ketahui sebelumnya, yang semuanya dapat mengarah pada diskusi hebat dan bahkan keintiman yang lebih hangat.

2. Terima perbedaan dan saling menghargai

Usia yang terlampau jauh bisa jadi tembok penghalang antara kamu dan pasangan. Kamu pasti menyadarinya dari obrolan sehari-hari, mulai dari musik, film, dan buku kesukaan, hingga cara berpikir.

Jika kamu menganggap bahwa perbedaan tersebut adalah suatu masalah sehingga tidak ada yang mau mengalah, ini bisa membuat hubungan jadi ruwet dan tidak akan bertahan lama.

Sebaliknya, jika kamu menganggap perbedaan tersebut adalah hal menarik yang bisa digali dan dibahas bersama, komunikasi dengan pasangan akan semakin meningkat. Ingat, membangun komunikasi yang baik akan membuat kamu semakin dekat dan hubungan jadi semakin langgeng.

3. Terbuka dan saling menyesuaikan

Menjalani hubungan dengan pasangan beda usia pasti ada saja “batuan kerikil” alias masalah yang menghadang. Misalnya, restu keluarga, komitmen di masa depan, masalah kesehatan terkait usia, dan penampilan. Masalah yang silih berganti tersebut bisa saja membuat kamu stres dan frustrasi.

Tanpa dibicarakan, masalah akan terus bertambah dan bisa memperkeruh suasana hati. Hal ini tentu sulit bagimu dan pasangan untuk membangun suasana yang romantis.

Lagi dan lagi, cara yang harus kamu dan pasangan lakukan adalah berkomunikasi. Cobalah untuk membuka diri. Bicarakan masalah yang kamu hadapi dengan kepala dingin, hati yang tenang, dan bahasa yang lembut.

Pasangan tentu akan tahu apa yang kamu rasakan dan membantu mencari solusinya bersama. Selain itu, kamu dan pasangan harus saling menyesuaikan supaya komunikasi tetap nyambung dan terus terjalin.


Sumber

Close Ads X